Pernahkah kita merasa bahwa Tuhan sedang menguji kita? Kita cenderung mengatakan kalau kita ditimpa kesusahan maka kita sedang mendapat cobaan dan ujian.
1. Jangan terlalu memikirkan mengenai masalah, sakit kepala dan kesakitan serta mengharapkan simpati dan perhatian daripada orang lain.
2. Terimalah hakikat bahawa lebih banyak perhatian yang anda berikan kepada perkara-perkara ini lebih teruklah keadaan anda nanti. Semua perkara akan menjadi kelam kabut dan hati anda terluka dan berasa tidak sabar kerana orang lain tidak ambil peduli.
3. Jangan fikir anda harus menunjuk kepada orang lain bahawa anda berada dalam keadaan yang betul dan dapat memenangi hati mereka dalam setiap perkara yang anda lakukan.
4. Terimalah hakikat betapa sukarnya untuk menyenangkan hati setiap orang pada setiap masa. Pastikan bahawa anda bersikap adil dan wajar dan biarkan masa menentukannya.
5. Jangan fikir anda mengetahui benar apa yang terbaik untuk orang lain.
6. Terimalah hakikat sementara anda boleh terus cuba memujuk, tetapi akan menimbulkan kesusahan untuk mengharapkan mereka melakukan apa yang anda hendakkan. Ini tentunya mencetuskan ketidaksabaran ke atas kedua-dua pihak.
7. Jangan memikirkan bahawa kerana terdapat mereka yang tidak bersetuju dengan anda, mereka bersifat tidak wajar terhadap anda.
8. Terimalah hakikat bahawa manusia berhak kepada pandangan yang dikemukakan. Anda mengharapkan mereka membenarkan anda mendapat hak yang sama itu.
9. Jangan fikirkan mengenai semua perkara buruk yang akan berlaku ke atas diri anda.
10. Terimalah keadaan bahawa setiap orang mempunyai masa rehatnya. Coba lihat di luar daripada diri anda.
11. Bersimpati terhadap orang lain akan membantu anda bersifat lebih sabar.
12. Jangan fikirkan bahawa sifat yang tidak menentu itu (moodiness) dalam diri seseorang adalah terlalu penting.
13. Terimalah hakikat kadangkala diri kita yang baik inipun boleh mengalami sifat berubah-ubah atau tidak menentu itu. Hadapilah dengan tenang dan cubalah kawal sifat berubah-rubah diri anda itu.
14. Jangan fikir bahawa cita-clta dan apa yang anda kehendaki adalah terlalu penting.
15. Terimalah hakikat bahawa wujudnya kesulitan jika terlalu mengharapkan sesuatu perkara dalam hidup, terhadap diri anda dan orang lain. Jika anda terlalu berharap, kedukaan dan kekecewaan akan menjadikan anda sedih dan berkelakuan hilang sabar.
Sumber: The Psychologist Magazine
Rabu, 26 Mei 2010
10 belati utama didunia
No.10 – Judo, Jepang
Judo ditemukan atau didirikan oleh Kano Jigoro, yang sering diganggu pada masa kecilnya, sekitar 1860 sampai 1870. Dengan mengambil berbagai kemampuan dasar beladiri yang berkembang, Kano menambahkan teknik lemparan untuk menciptakan Judo. Arti kata Judo adalah “jalan lembut” yang berarti kira2 menggunakan kekuatan lawan untuk melawan dirinya sendiri. Karena prinsip inilah, maka Judoka tidak harus lebih kuat daripada lawannya. Fokus utama Judo adalah melempar dan kuncian tanah, daripada memukul atau menyerang.
No.9 – Aikido, Jepang
Aikido diperkenalkan pada awal 1900an, dengan para pengikutnya belajar untuk menggunakan kekuatan dan energi lawan untuk menjatuhkan mereka. Para murid diajarkan untuk tetap menjaga kondisi penyerangnya, dan diajarkan untuk melumpuhkan tanpa melukai. Penggunaan senjata juga sering ditemui dalam aikido, dan para pengikutnya diajari untuk bertahan melawan tongkat, pedang dan bahkan pisau. pendiri Aikido, Morihei Ueshiba, berkata bahwa untuk menjadi pengikut Aikido yang sukses, para murid harus “menerima 99% serangan lawan dan menatap wajah kematian tanpa takut.”
No.8 – Krav Maga, Israel
Beladiri wajib pengawal presiden Israel, seni bela diri ini tanpa aturan, dan keras. Bela diri ini tidak pernah dilatih untuk olahraga, karena benar2 ditujukan untuk menghancurkan penyerang dengan berfokus pada area vital lawan, misalnya selangkangan dan mata, dan bahkan mengijinkan penggunaan kepala sebagai senjata dan berbagai benda yang ada sebagai senjata. Pendekatan bela diri ini dibagi tiga langkah: Hadapi ancaman, cegah lawan untuk melakukan serangan kedua, dan netralkan lawan.
No.7 – Jujutsu, Jepang
Ketika samurai Jepang kehilangan semua senjata, mereka akan beralih ke penggunaan Jujutsu (seni lembut). Jujutsu berkembang dengan berfokus pada lemparan, kuncian dan menggulingkan diri. Tapi tidak seperti bela diri lain, Jujutsu lebih banyak bergerak ke “apa aja boleh”. Secara tradisional, para murid diajarkan berbagai taktik “curang” seperti mencolok mata, menggigit, yang jika digunakan dengna tepat, dapat membunuh lawan. Bela diri ini sangat efektif jika digunakan pada pertempuran jarak pendek.
No.6 – Ninjutsu, Jepang
Beladiri misterius ini biasa digunakan oleh kaum pembunuh dan para pejuang gerilya Jepang. Ninjitsu mengajarkan berbagai cara untuk mengejutkan lawan dan mengalahkan lawan, dengan arah perkembangan untuk membunuh. Selain kaki, tangan, berbagai senjata diajarkan juga, termasuk teknik menyelinap dan melarikan diri secara efektif.
No.5 -Tae-kwondo, Korea
Te-kwondo memiliki arti “jalan kepalan dan kaki”, beladiri ini berkembang pesat pada setelah era PD II, ketika Jepang mengakhiri pendudukan atas Korea. Bela diri ini terkenal atas tendangannya yang mencengangkan, dan menggabungkan antara kemampuan fisik dan kekuatan mental. Pemengang sabuk hitam beladiri ini mencapai 3 juta orang di seluruh dunia.
No.4 – Kung fu, Cina
Bela diri cari Cina ini berarti secara harfiah: Kesuksesan yang diraih dengan jalan yang berat dan panjang, dan merupakaan beladiri paling tua di dunia. Semenjak diperkenalkan oleh Kaisar Huangti, 2,698 sebelum Masehi, telah berkembang puluhan ribu aliran Kungfu. Secara tradisional, beladiri ini diajarkan oleh para biksu Shaolin, dengan penekanan utama pada moralitas dan filosofi, dimana nilai kerendahan hati, kepercayaan, dan kesabaran, serta penghormatan di tekankan.
No.3 – Karate, Jepang
Diturunkan dari kata yang berarti “tangan kosong”, Karate diperkenalkan sebagai beladiri tanpa senjata. Berbagai teknik Karate diperkirakan berawal dari tahun 1300-an, walaupun penulis “10 Precepts of Karate”, Anko Itosu, bapak karate modern, menuliskan buku tersebut pada 1908. “Karate adalah teknik yang mengubah tangan dan kaki menjadi tombak” demikian tulis Anko. Pada buku tulisan Anko, karate dapat dipakai sebagai,”… cara mengindari perkelahian jika dihadang penjahat.”
No.2 – Brazilian Jiu-jitsu, Brazil
Walaupun didirikan di Brazil, pendiri bela diri ini adalah Mitsuyo Maeda, seorang petarung dari Jepang, yang memenangkan lebih dari 2000 pertandingan dan dianggap sebagai manusia paling tangguh. Maeda bertemu dengan keluarga Gracie di Jepang pada 1914, dan semenjak saat itu juga keluarga Gracie dianggap sebagai keluarga pertama beladiri ini. Penekanan pada lemparan dan groundwork menjadikan olahraga ini populer di kalangan pengguna olahraga campuran
No.1 – Muay Thai, Thailand
Mirip sekali dengan kickboxing, tapi bedanya, pukulan dibawah sabuk, siku dan dan lutut semua boleh dipergunakan. Muay Thay susah sekali diperkirakan kapan tepatnya lahir kapan, tapi berbagai elemen dari beladiri ini dapat ditemui di beladiri Jepang dan India. Popularitas beladiri ini mulai muncul pada 1800an. Secara tradisi, bela diri ini sangat terstruktur, dengan berbagai ritual yang menunjukkan penghormatan kepada lawan. Sekarang beladiri ini lebih berfokus sebagai penggunaan badan sebagai senjata, kepalan, tulang kering, siku, lutut, dan berbagai hal lain untuk mengalahkan lawan. Inilah yang membuat bela diri ini berharga, karena semua bagian tubuh dapat digunakan sebagai senjata.
untukku.com
Judo ditemukan atau didirikan oleh Kano Jigoro, yang sering diganggu pada masa kecilnya, sekitar 1860 sampai 1870. Dengan mengambil berbagai kemampuan dasar beladiri yang berkembang, Kano menambahkan teknik lemparan untuk menciptakan Judo. Arti kata Judo adalah “jalan lembut” yang berarti kira2 menggunakan kekuatan lawan untuk melawan dirinya sendiri. Karena prinsip inilah, maka Judoka tidak harus lebih kuat daripada lawannya. Fokus utama Judo adalah melempar dan kuncian tanah, daripada memukul atau menyerang.
No.9 – Aikido, Jepang
Aikido diperkenalkan pada awal 1900an, dengan para pengikutnya belajar untuk menggunakan kekuatan dan energi lawan untuk menjatuhkan mereka. Para murid diajarkan untuk tetap menjaga kondisi penyerangnya, dan diajarkan untuk melumpuhkan tanpa melukai. Penggunaan senjata juga sering ditemui dalam aikido, dan para pengikutnya diajari untuk bertahan melawan tongkat, pedang dan bahkan pisau. pendiri Aikido, Morihei Ueshiba, berkata bahwa untuk menjadi pengikut Aikido yang sukses, para murid harus “menerima 99% serangan lawan dan menatap wajah kematian tanpa takut.”
No.8 – Krav Maga, Israel
Beladiri wajib pengawal presiden Israel, seni bela diri ini tanpa aturan, dan keras. Bela diri ini tidak pernah dilatih untuk olahraga, karena benar2 ditujukan untuk menghancurkan penyerang dengan berfokus pada area vital lawan, misalnya selangkangan dan mata, dan bahkan mengijinkan penggunaan kepala sebagai senjata dan berbagai benda yang ada sebagai senjata. Pendekatan bela diri ini dibagi tiga langkah: Hadapi ancaman, cegah lawan untuk melakukan serangan kedua, dan netralkan lawan.
No.7 – Jujutsu, Jepang
Ketika samurai Jepang kehilangan semua senjata, mereka akan beralih ke penggunaan Jujutsu (seni lembut). Jujutsu berkembang dengan berfokus pada lemparan, kuncian dan menggulingkan diri. Tapi tidak seperti bela diri lain, Jujutsu lebih banyak bergerak ke “apa aja boleh”. Secara tradisional, para murid diajarkan berbagai taktik “curang” seperti mencolok mata, menggigit, yang jika digunakan dengna tepat, dapat membunuh lawan. Bela diri ini sangat efektif jika digunakan pada pertempuran jarak pendek.
No.6 – Ninjutsu, Jepang
Beladiri misterius ini biasa digunakan oleh kaum pembunuh dan para pejuang gerilya Jepang. Ninjitsu mengajarkan berbagai cara untuk mengejutkan lawan dan mengalahkan lawan, dengan arah perkembangan untuk membunuh. Selain kaki, tangan, berbagai senjata diajarkan juga, termasuk teknik menyelinap dan melarikan diri secara efektif.
No.5 -Tae-kwondo, Korea
Te-kwondo memiliki arti “jalan kepalan dan kaki”, beladiri ini berkembang pesat pada setelah era PD II, ketika Jepang mengakhiri pendudukan atas Korea. Bela diri ini terkenal atas tendangannya yang mencengangkan, dan menggabungkan antara kemampuan fisik dan kekuatan mental. Pemengang sabuk hitam beladiri ini mencapai 3 juta orang di seluruh dunia.
No.4 – Kung fu, Cina
Bela diri cari Cina ini berarti secara harfiah: Kesuksesan yang diraih dengan jalan yang berat dan panjang, dan merupakaan beladiri paling tua di dunia. Semenjak diperkenalkan oleh Kaisar Huangti, 2,698 sebelum Masehi, telah berkembang puluhan ribu aliran Kungfu. Secara tradisional, beladiri ini diajarkan oleh para biksu Shaolin, dengan penekanan utama pada moralitas dan filosofi, dimana nilai kerendahan hati, kepercayaan, dan kesabaran, serta penghormatan di tekankan.
No.3 – Karate, Jepang
Diturunkan dari kata yang berarti “tangan kosong”, Karate diperkenalkan sebagai beladiri tanpa senjata. Berbagai teknik Karate diperkirakan berawal dari tahun 1300-an, walaupun penulis “10 Precepts of Karate”, Anko Itosu, bapak karate modern, menuliskan buku tersebut pada 1908. “Karate adalah teknik yang mengubah tangan dan kaki menjadi tombak” demikian tulis Anko. Pada buku tulisan Anko, karate dapat dipakai sebagai,”… cara mengindari perkelahian jika dihadang penjahat.”
No.2 – Brazilian Jiu-jitsu, Brazil
Walaupun didirikan di Brazil, pendiri bela diri ini adalah Mitsuyo Maeda, seorang petarung dari Jepang, yang memenangkan lebih dari 2000 pertandingan dan dianggap sebagai manusia paling tangguh. Maeda bertemu dengan keluarga Gracie di Jepang pada 1914, dan semenjak saat itu juga keluarga Gracie dianggap sebagai keluarga pertama beladiri ini. Penekanan pada lemparan dan groundwork menjadikan olahraga ini populer di kalangan pengguna olahraga campuran
No.1 – Muay Thai, Thailand
Mirip sekali dengan kickboxing, tapi bedanya, pukulan dibawah sabuk, siku dan dan lutut semua boleh dipergunakan. Muay Thay susah sekali diperkirakan kapan tepatnya lahir kapan, tapi berbagai elemen dari beladiri ini dapat ditemui di beladiri Jepang dan India. Popularitas beladiri ini mulai muncul pada 1800an. Secara tradisi, bela diri ini sangat terstruktur, dengan berbagai ritual yang menunjukkan penghormatan kepada lawan. Sekarang beladiri ini lebih berfokus sebagai penggunaan badan sebagai senjata, kepalan, tulang kering, siku, lutut, dan berbagai hal lain untuk mengalahkan lawan. Inilah yang membuat bela diri ini berharga, karena semua bagian tubuh dapat digunakan sebagai senjata.
untukku.com
Tips Bagaimana Membuat Rencana Bisnis Yang Berhasil
Business Plan (BP) pada dasarnya adalah deskripsi tertulis mengenai masa depan bisnis, yang menjelaskan APA dan BAGAIMANA rencananya. Business Plan biasanya digunakan oleh wiraswastawan yang sedang mencari calon investor untuk menyampaikan visi mereka kepada calon investor. Business Plan juga sering kali digunakan oleh perusahaan untuk menarik karyawan penting, prospek bisnis baru, berhubungan dengan supplier, atau bahkan hanya untuk diberikan kepada siapapun agar mereka lebih mengerti bagaimana mengelola perusahaan secara lebih baik.
Business Plan pada umumnya terdiri dari Tujuan bisnis, Strategi yang digunakan untuk mencapainya, Masalah potensial yang kira-kira akan dihadapi dan cara mengatasinya, Struktur organisasi (termasuk jabatan dan tanggung jawab), dan Modal yang diperlukan untuk membiayai perusahaan dan bagaimana mempertahankannya sampai mencapai break even.
Menarik tidaknya sebuah Business Plan juga tergantung pada bagaimana cara menulis dan menyusunnya. Seringkali kita memiliki ide bisnis yang brilian, namun belepotan dalam mengungkapkannya dalam bentuk BP. Sebuah perencanaan Bisnis akan baik apabila mengikuti pedoman yang telah disepakati secara umum dalam dunia bisnis, baik dari segi susunan maupun isi.Ada 3 bagian utama dari sebuah Perencanaan Bisnis:
1.Yang pertama adalah Konsep Bisnis, yang menjelaskan secara rinci industri yang digeluti, struktur bisnis, produk dan jasa yang ditawarkan dan bagaimana rencana untuk mensukseskan bisnis.
2.Yang kedua adalah market/pasar, yang membahas dan menganalisa konsumen potensial: siapa dan dimana mereka berada, apa yang menyebabkan mereka mau membeli, dan lain-lain. Dalam bagian ini, juga perlu menjelaskan persaingan yang akan dihadapi dan bagaimana memposisikan diri untuk memenangkannya.
3.Yang ketiga adalah Finansial, mencakup estimasi pendapatan dan arus kas, neraca serta rasio keuangan lainnya, seperti analisis break even. Untuk ini mungkin akan memerlukan bantuan seorang akuntan dan program software spreadsheet yang bagus.
Ketiga bagian tersebut dapat dibagi-bagi lebih jauh lagi, menjadi 7 komponen kunci:1.Executive summary
2.Deskripsi Bisnis
3.Strategi pasar
4.Analisis kompetitif
5.Rencana Desain dan Pengembangan
6.Rencana Operasi dan Manajemen
7.Faktor-faktor keuangan
Panjang pendeknya sebuah Business Plan sangatlah tergantung fungsi perencanaan bisnis itu sendiri. Biasanya Business Plan setebal 15 – 20 halaman. Namun jika mengajukan sebuah bisnis baru atau bahkan industri baru, maka akan memerlukan penjelasan lebih untuk menyampaikannya, bahkan mungkin sampai 100 halaman lebih. Demikian pula jika membutuhkan jutaan dolar sebagai modal untuk memulai suatu usahayang beresiko, maka akan perlu untuk menyediakan banyak penjelasan untuk meyakinkan. Namun jika hanya ingin menggunakan perencanaan tersebut untuk tujuan internal, untuk mengatur bisnis, maka sebuah versi singkat sudah cukup memadai.
google.com
Business Plan pada umumnya terdiri dari Tujuan bisnis, Strategi yang digunakan untuk mencapainya, Masalah potensial yang kira-kira akan dihadapi dan cara mengatasinya, Struktur organisasi (termasuk jabatan dan tanggung jawab), dan Modal yang diperlukan untuk membiayai perusahaan dan bagaimana mempertahankannya sampai mencapai break even.
Menarik tidaknya sebuah Business Plan juga tergantung pada bagaimana cara menulis dan menyusunnya. Seringkali kita memiliki ide bisnis yang brilian, namun belepotan dalam mengungkapkannya dalam bentuk BP. Sebuah perencanaan Bisnis akan baik apabila mengikuti pedoman yang telah disepakati secara umum dalam dunia bisnis, baik dari segi susunan maupun isi.Ada 3 bagian utama dari sebuah Perencanaan Bisnis:
1.Yang pertama adalah Konsep Bisnis, yang menjelaskan secara rinci industri yang digeluti, struktur bisnis, produk dan jasa yang ditawarkan dan bagaimana rencana untuk mensukseskan bisnis.
2.Yang kedua adalah market/pasar, yang membahas dan menganalisa konsumen potensial: siapa dan dimana mereka berada, apa yang menyebabkan mereka mau membeli, dan lain-lain. Dalam bagian ini, juga perlu menjelaskan persaingan yang akan dihadapi dan bagaimana memposisikan diri untuk memenangkannya.
3.Yang ketiga adalah Finansial, mencakup estimasi pendapatan dan arus kas, neraca serta rasio keuangan lainnya, seperti analisis break even. Untuk ini mungkin akan memerlukan bantuan seorang akuntan dan program software spreadsheet yang bagus.
Ketiga bagian tersebut dapat dibagi-bagi lebih jauh lagi, menjadi 7 komponen kunci:1.Executive summary
2.Deskripsi Bisnis
3.Strategi pasar
4.Analisis kompetitif
5.Rencana Desain dan Pengembangan
6.Rencana Operasi dan Manajemen
7.Faktor-faktor keuangan
Panjang pendeknya sebuah Business Plan sangatlah tergantung fungsi perencanaan bisnis itu sendiri. Biasanya Business Plan setebal 15 – 20 halaman. Namun jika mengajukan sebuah bisnis baru atau bahkan industri baru, maka akan memerlukan penjelasan lebih untuk menyampaikannya, bahkan mungkin sampai 100 halaman lebih. Demikian pula jika membutuhkan jutaan dolar sebagai modal untuk memulai suatu usahayang beresiko, maka akan perlu untuk menyediakan banyak penjelasan untuk meyakinkan. Namun jika hanya ingin menggunakan perencanaan tersebut untuk tujuan internal, untuk mengatur bisnis, maka sebuah versi singkat sudah cukup memadai.
google.com
Kamis, 01 April 2010
Sifat dan Pikiran bisa mempengaruhi Kesehatan seseorang
Ada laporan disebuah tabloid profesi ( Mei 2000 ) mengatakan bahwa : suatu penelitian yang meliputi 2986 orang berusia 45 sampai 64 tahun, membuktikan dimana rasa marah yang berlebihan dan berulang dapat menyebabkan meningkatnya resiko penyakit jantung koroner. ( Jurnal Circulation )
Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa : Rasa permusuhan dan rasah benci bisa meningkatkan resiko terkena penyakit jantung koroner ( C Iribarren, Journal of American Medical Association – May 2000 ).
Karena itu hidup perlu diisi dengan pikiran yang positif, jangan suka iri hati, jangan suka dengki daan jangan suka menghasut serta jangan sirik, sangat membantu melindungi jantung kita.
Ini semua sesuai dengan ajaran TAO yang menganjurkan kita untuk selalu berusaha SIU SIN YANG SIN ( mungkin bisa saya terjemahkan sebagai Mengasah dan memupuk hati nurani ), sehingga bagi TAO YU yang SIU TAO dengan sungguh-sungguh kemungkinan besar akan bisa hidup dengan jantung yang lebih sehat dan berumur panjang.
http://idb.siutao.com
untukku.com
Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa : Rasa permusuhan dan rasah benci bisa meningkatkan resiko terkena penyakit jantung koroner ( C Iribarren, Journal of American Medical Association – May 2000 ).
Karena itu hidup perlu diisi dengan pikiran yang positif, jangan suka iri hati, jangan suka dengki daan jangan suka menghasut serta jangan sirik, sangat membantu melindungi jantung kita.
Ini semua sesuai dengan ajaran TAO yang menganjurkan kita untuk selalu berusaha SIU SIN YANG SIN ( mungkin bisa saya terjemahkan sebagai Mengasah dan memupuk hati nurani ), sehingga bagi TAO YU yang SIU TAO dengan sungguh-sungguh kemungkinan besar akan bisa hidup dengan jantung yang lebih sehat dan berumur panjang.
http://idb.siutao.com
untukku.com
SIFAT DAN ARTI ILMU POLITIK
BAB I
SIFAT DAN ARTI ILMU POLITIK
Perkembangan Ilmu Politik
Ilmu politik jika dipandang sebagai cabang ilmu sosial yang mempunyai dasar, rangka, focus, dan ruang lingkup yang jelas, maka dapat dikatakan bahwa ilmu politik masih muda usianya karena lahir pada akhir abad ke- 19.
Berdampingan dengan perkembangan cabang- cabang ilmu sosial yang lain seperti Sosiologi, Anthropologi dan Psikologi.
Ilmu Politik jika dipandang dalam rangka yang lebih luas, yaitu sebagai pembahasan secara rasional dari berbagai aspek negara dan kehidupan politik, maka ilmu politik sudah tua usianya ( ilmu sosial yang tertua). Pada taraf perkembangannya banyak bersandar pada sejarah dan filsafat.
• Di Yunani, pemikiran tentang negara sudah dimulai sejak 450 S.M : Plato, Aristoteles dll.
• Di Asia, telah mewariskan tulisan- tulisan politik yang bermutu sejak tahun 500 S.M
Cina : Confucius atau K’ung Fu Tzu, Mencius, Mazhab Legalist ( Shang Yang).
India : Dharmasastra dan Arthasastra.
Indo : Negarakertagama ( Mpu Prapanca).
Namun perkembangan pemikiran politik di Asia mengalami kemunduran karena terdesak oleh pemikiran Barat dalam rangka imperialisme.
Di benua Eropa seperti Jerman, Austria dan Perancis bahasan mengenai politik dalam abad 18 dan 19 banyak dipengaruhi oleh hokum ( karena focus perhatiannya negara semata- mata ).
Di Inggris permasalahan politik di anggap termasuk filsafat ( terutama moral philosophy) dan bahasanya tidak dapat dilepaskan dari sejarah.
Di Amerika Serikat, mula- mula tekanan ilmu hokum mempengaruhi bahasan dalam ilmu politik. Tetapi lama- lama muncul hasrat kuat untuk membebaskan diri dari pengaruh tersebut, dan lebih mendasarkan diri pada data empiris.
Sesudah Perang Dunia II perkembangan Ilmu Politik sangat pesat. Terutama setelah badan internasional UNESCO, mengadakan survey ke 30 negara untuk mengetahui kedudukan ilmu politik tersebut. Hasilnya buku Contemporary Political Science.
Ilmu Politik Sebagai Ilmu Pengetahuan
Apakah ilmu pengetahuan itu?
Dalam ilmu eksata dianggap bahwa ilmu pengetahuan disusun dan diatur sekitar hukum- hukum umum yang telah dibuktikan kebenarannya secara empiris ( berdasarkan pengalaman). Jika digunakkan definisi ini maka ilmu politik tidak memilki syarat sebagai ilmu pengetahuan.
Oleh karena objek yang diteliti adalah manusia, manusia itu kreatif, mempunyai akal dan tindakannya itu unpredictable.
Oleh karena itu para sarjan ilmu sosial mencoba menyusun definisi yang sifatnya lebih umum.
Ilmu pengetahuan adalah
“keseluruhan dari pengetahuan yang terkoordinasi mengenai pokok pemikiran tertentu”.
Jika perumusan ilmu pengetahuan seperti diatas jelas ilmu politik dapat dikatakan sebagai ilmu pengetahuan.
Tetapi ternyata banyak sarjana yang tidak puas dengan definisi tersebut, oleh karena itu mendorong para ahli untuk mengembangkan metode ilmiah, yakni suatu pendekatan dalam ilmu politik yang mencoba menggunakkan cara- cara baru untuk meneliti gejala- gejala dan peristiwa- peristiwa politik secara lebih sistematis, empiris, dan teoritis. Pendekatan baru tersebut dikenal dengan nama “ pendekatan tingkah laku”.
Pendekatan ini timbul pada decade 50- an sebagai gerakan yang ingin meningkatkan mutu ilmu politik.
Sarjana ilmu politik yang terkenal dalam kelompok ini adalah : Gabriel A. Almond ( Structural functional analysis), David Easton ( General system analysis), Karl W. Deutsh ( Communication Theory) dll.
Salah satu pemikiran pokok pendekatan tingkah laku adalah :
“ tingkah laku politik menjadi lebih fokus daripada lembaga- lembaga politik atau kekuasaan atau keyakinan politik”.
Definisi Ilmu Politik
Politik berasal dari bahasa Yunani, barasal dari kata politeae. Terdiri dari kata : Polis, artinya kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri ( negara). Teae artinya, urusan.
Dalam bahasa Inggris istilah politik mengandung dua pengertian yaitu politic dan policy.
Politic artinya asas, alat, cara, prinsip untuk mencapai tujuan atau cita- cita tertentu.
Policy artinya kebijakan, pertimbangan- pertimbangan untuk lebih menjamin tercapainya tujuan cita- cita tersebut.
Dalam pengertian umum politik berarti :
Bermacam- macam kegiatan dalam suatu system politik ( negara) yang menyangkut proses menentukkan tujuan- tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan- tujuan itu. Kegiatan tersebut meliputi.
• Pengambilan keputusan ( decision making ) : menyangkut apa yang menjadi tujuan system tersebut
• Kebijakan- kebijakan umum ( public policy ) : menyangkut distribusi dan alokasi nilai- nilai di dalam masyarakat.
• Untuk melaksanakan kebijakan tersebut diperlukan kekuasaan ( power) dan wewenang ( authority) untuk membina kerjasama dan mengatasi konflik yang muncul.
Dari pembahasan di atas, berarti bahwa dalam politik terkandung konsep- konsep pokok :
- Negara ( state)
- Kekuasan ( power)
- Pengambilan keputusan ( decision making)
- Kebijaksanaan ( policy; beleid)
- Pembagian ( distribusi) atau alokasi ( pengaturan)
NEGARA ( STATE)
Negara adalah
”suatu organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya”.
Para sarjana yang menekankan negara sebagai inti politik yang memusatkan perhatian pada lembaga- lembaga kenegaraan serta bentuk formilnya ( tradisionil) disebut dengan pendekatan institusional.
Definisi dari para ahli :
Roger F. Soltau dalam Introduction To Politics :
Ilmu politik mempelajari negara, tujuan- tujuan negara hubungan antar negara dengan warga negaranya serta dengan negara- negara lainnya.
J. Barents dalam ilmu politika :
Ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari kehidupan negara … yang merupakan bagian dari kehidupan masyaarkat ; ilmu politik mempelajari negara- negara itu melakukan tugas- tugasnya.
KEKUASAAN ( POWER)
Kekuasaan adalah
“Kemampuan seseorang atau suatu kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keingainan pelaku”.
Para sarjana menekankan kekuasaan sebagai inti politik beranggapan bahwa politik adalah semua kegiatan yang menyangkut masalah merebutkan dan mempertahankan kekuasaan ( perjuangan kekuasaan)
Definisi dari para ahli :
Harold D. Laswell dan A. Kaplan dalam Power and Society :
Ilmu politik mempelajari pembentukan dan pembagian kekuasaan.
W.A. Robson dalam The University Teaching of Social Sciences :
Ilmu politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat… yaitu sifat- sifat hakiki, dasar, proses- proses, ruang lingkup dan hasil- hasil. Focus perhatian sarjana ilmu politik… tertuju pada perjuangan untuk mencapai atau mempertahankan kekuasaan, melaksanakan kekuasaan atau pengaruh orang lain atau menentang oelaksanaan kekuasaaan itu.
Dellar Noer dalam Pengantar Ke Pemikiran politik :
Ilmu politik adalah ilmu sosial yang khusus mempelajari sifat dan tujuan negara sejauh negara merupakan organisasikekuasaan, beserta sifat dan tujuan dari gejala- gejala kekuasaan lain yang tidak resmi yang dapat mempngaruhi negara.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN ( DECISION MAKING)
Keputusan ( decision) adalah membuat pilihan diantara beberapa altenatif. Sedang istilah Pengambilan Keputusan ( decision Making) menunjukkan proses yang terjadi sampai keputusan itu tercapai.
Pengambilan keputusan sebagai konsep politik menyangkut keputusan- keputusan yang diambil secara kolektif dan mengikat seluruh masyarakat.
Keputusan tersebut :
Tujuan masyarakat dan kebijaksanaan- kebijaksanaan untuk mencapai tujuan itu.
Definisi para ahli :
Harold Laswell dirumuskan sebagai : “Who gets what, when, how.”
Joyce Mitchell dalam Political Analysis and Public Policy :
Politik adalah pengambilan keputusan kolektif atau pembuatan kebijaksanaan umum masyarakat seluruhnya.
Karl. W. Deutsch :
Politik adalah pengambilan keputusan melalui sarana umum.
KEBIJAKSANAAN UMUM ( PUBLIC POLICY)
Kebijaksanaan ( policy) adalah :
“Suatu kumpulan keputusan yang diambil oleh seorang pelaku atau oleh kelompok politik dalam usaha memilih tujuan- tujuan dan cara- cara untuk mencapai tujuan- tujuan itu”.
Para sarjana yang menekankan aspek kebijaksanaan umum menganggap bahwa setiap masyarakat mempunyai beberapa tujuan bersama. Cita- cita tersebut dicapai melalui usaha bersama, dan untuk itu diperlukan rencana yang mengikat yang dituangkan dalam kebijaksanaan- kebijaksanaan oleh pihak yang berwenang dalam hal ini pemerintah.
Definisi para ahli :
Hoogerwerf :
Obyek dari ilmu politik pemakai kekuasaan.
David Easton :
Ilmu politik adalah studi mengenai terbentuknya kebijaksanaan umum. Dalam bukunya The Political System David Easton mengatakan, kehidupan politik mencakup bermacam- macam kegiatan yang mempengaruhi kebijaksanaan dari pihak yang berwenang yang diterima oleh suatu masyarakat.
PEMBAGIAN ( DISTRIBUTION)
Pembagian (distribution ) adalah:
“ Pembagian dan penjatahan dari nilai- nilai dalam masyarkat.”
Para sarjana yang menekankan pembagian dan alokasi beranggapan bahwa politik adalah membagikan dan mengalokasikan nilai- nilai secara mengikat. Yang ingin ditekankan disini adalah pembagian sering tidak merata sehingga menimbulkan konflik dalam masyarakat.
Definisi para ahli.
PROSES SOSIAL DAN
INTERAKSI SOSIAL
A. Pengantar
Untuk mengetahui gambaran nyata tentang masyarakat, tidak hanya mepelajari : Stuktur Sosial tapi juga proses sosial.
Tamotsu Shibutani, mengatakan :
Sosiologi mempelajari transaksi- transaksi sosial, yang mencakup usaha. Usaha bekerja sama, antara para pihak karena semua kegiatan- kegiatan manusia didasarkan pada gotong- royong.
Masyarakat mempunyai bentuk- bentuk sruktur ( segi statis) a.l :
Kelompok – kelompok sosial tapi semuanya mempunyai suatu derajat
Kebudayaan dinamika tertentu pada, situasi dan kondisi.
Lembaga Sosial
Stratifikasi & kekuasaan ↓
Perubahan dan perkembangan masyarakat yang mewujudkan segi dinamikanya. Hal ini disebabkan karena warga masyarakat melakukan hubungan satu dengan lainnya baik orang per orang ataupun kelompok.
↓
Sebelum suatu hubungan tersebut berbentuk konkrit, maka akan dialami proses ke arah konkrit, sesuai dengan nilai- nilai sosial budaya.
↓
Proses tersebut disebut dengan : Proses Sosial.
Proses Sosial adalah :
• Cara- cara berhubungan yang dilihat apabila orang- perorangan & kelompok- kelompok sosial saling bertemu & menentukan system serta bentuk- bentuk hubungan tersebut atau:
• Apa yang akan terjadi bila ada perubahan- perubahan yang menyebabkan goyahnya pola- pola kehidupan yang telah ada.
Sosial berarti merupakan pengaruh timbal balik ( interaksi) antara berbagai segi kehidupan bersama, seperti : sosial- politik, ekonomi- politik, ekonomi- hokum, dsb.
Karena proses sosial mencakup bidang yang luas, maka sosiologi dalam membahas proses sosial, membatasi hanya pada bentuk- bentuk interaksi sosial, yaitu:
• Bentuk- bentuk yang tampak apabila orang- perorangan ataupun kelompok . Kelompok manusia mengadakan hubungan satu sama lain terutama dengan mengetengahkan kelompok serta lapisan sosial sebagai unsur pokok stuktur sosial sehingga diharapkan dapat diperoleh gambaran segi dinamis & statis dari masyarakat.
Pengertian interaksi sosial sangat berguna dalam mempelajari berbagai maslah dalam masyarakat.
Contoh : Di Indonesia, bentuk- bentuk interaksi sosial yang berlansung antara berbagai suku bangsa atau antar golongan terpelajar dengan golongan agama.
Kondisi- kondisi apa yang dapat mempengaruhi berlangsungnya interaksi sosial dan bentuk dari interaksi sosial tersebut, sangat berguna untuk pembinaan masyarakat & bangsa.
Interaksi sosial adalah kunci dari semua kehidupan sosial oleh karena tanpa interaksi sosial, tak akan mungkin ada kehidupan bersama.
Seperti, bertemunya orang secara badaniah saja, tidak akan menghasilkan pergaulan hidup dalam masyarakat, pergaulan hidup akan terjadi bila orang- orang : bekerja sama, saling bicara, sallling konflik- persaingan, dst.
Oleh karena itu : Interaksi Sosial adalah Daaasar dari Proses Sosial.
B. Interaksi Sosial sebagai Faktor Utama dalam Kehidupan Bersama
Bentuk umum dari Proses Sosial adalah Interaksi Sosial.
( Interaksi Sosial dinamakan juga dengan Proses Sosial)
Bentuk lain dari proses sosial hanya merupakan bentuk khusus dari Interaksi Sosial.
Interaksi Sosial merupakan hubungan- hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang- perorangan, antar kelompok- kelompok manusia, maupun orang- perorangan dengan kelompok manusia.
Contoh : Jika 2 orang bertemu,
( seorang dengan kelompok manusia).
• Saling berjabat tangan, saling bicara, atau berkelahi, aktifitas tersebut mirip bentuk- bentuk interaksi sosial.
• Meski orang- arang yang bertemu muka tersebut tidak saling bicara/ menukar tanda- tanda, interaksi sosial dapat terjadi, karena : masing- masing sadar akan adanya pihak lain karena terjadi perubahan dalam perasaan maupun syaraf- syaraf orang- orang yang bersangkutan, (disebabkan : bau keringat, bau parfum, suara berjalan) sehingga menimbulkan : kesan dalam pikiran seseorang, kemudian menetukan tindakan apa yang akan dilakukan.
Berlangsungnya suatu proses interaksi didasarkan pada berbagai faktor, a.l :
• Imitasi, suatu proses meniru tingkah laku orang lain, sehingga menyebabkan : perilaku positif & perilaku negative, ( tergantung yang ditiru).
Kelemahannya, dapat menyebabkan melemahnya kreatifitas dan ide seseorang.
• Sugesti, suatu proses seseorang member suatu pandangan atau sikap yang berasal dari dirinya, yang kemudian diterima oleh pihak lain. Biasanya dari orang yang dipandang lebih tinggi kedudukannya / lebih berwibawa, atau dari bagian terbesar dari kelompoknya.
Sebetulnya hampir mirip dengan imitasi, bedanya pada titik tolaknya.
Sugesti, terjadi karena pihak yang menerima sugesti ini biasanya: dengan EMOSI, sehingga kurang rasional dan menghambat daya pikirnya.
• Identifikasi, suatu kecenderungan- kecenderunagn atau keinginan- keinginan seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain.
Hampir sama juga dengan imitasi, bedanya:
Identifikasi, lebih mendalam dari imitasi, karena kepribadian seseorang bias terbentuk atas dasar proses ini ( berlangsung dengan sendirinya tanpa disadari dan dengan sengaja).
• Simpati, suatu proses dimana seseorang tertarik dengan pihak lain.
Dalam proses ini perasaan berperan penting, walaupun dorongan utama simpati adalah keinginan untuk memahami pihak lain & bekerja sama dengannya. Inilah perbedaan dengan identifikasi lebih didorong :
Oleh, keinginan untuk belajar dari pihak lain yang dianggap kedudukannya lebih tinggi dan harus dihormati karena mempunyai kelebihan- kelebihan atau kemampuan- kemampuan tertentu yang perlu dicontoh.
Proses simpati akan dapat b erkembang didalam suatu keadaan dimana faktor saling mengerti terjamin.
C. Syarat- syarat Terjadinya Interaksi Sosial
Suatu Interaksi Sosial tidak akan mungkin terjadi bila tidak memenuhi 2 syarat, yaitu:
1. Adanya kontak sosial ( Social Contatc).
2. Adanya komunikasi.
Kontak Sosial
( Social Contact)
Kontak berasal dari bahasa latin :
• Con atau Cum, artinya : Bersama- sama
→ Berarti : bersama- sama menyentuh
• Tango, artinya : menyentuh
Secara fisik, kontak baru terjadi bila hubungan badaniah.
Sebagai gejala sosial, itu tidak perlu berartisuatu hubungan badaniah, oleh karena orang dapat melakukan hubungan dengan pihak lain tanpa menyentuhnya.
Misal : Dengan telepon, surat, dll.
Kontak sosial dapat berlangsung dalam 3 bentuk, yaitu:
Antara orang- perorangan
Antara orang- perorangan dengan suatu kelompok manusia.
Antara kelompok manusia dengan kelompok manusia.
Terjadinya kontak tidak semata- mata tergantung dari tindakan tapi juga tanggapan dari tindakan- tindakan tersebut.
Kontak Sosial dapat bersifat :
Positive, mengarah kerjasama.
Negative, mengarah pertentanganatau bahkan tidak menghasilkan interaksi sosial.
Suatu kontak dapat bersifat:
Primer, terjadi hubungan lansung, bertemu bertatap muka( ct: jabat tangan)
Sekunder, memerlukn perantara, terdiri atas:
Sekunder secara langsung.
Sekunder secara tidak langsung.
Komunikasi
ialah suatu proses bahwa seseorang memberikan tafsiran pada perilaku orang lain ( berwujud : pembicaraan, gerak- gerik badan, sikap), perasaan apa yang ingin disampaikan pada orang tersebut & yang bersangkutan kemudian memberikan reaksi terhadap perasaan yang disampaikan kepadanya.
Contoh : gadis diberi bunga, tapi perhatian utamanya: - Siapa yang memberi bunga
( akan mencium & memandangi bunga tsb) - Mengapa memberi bunga
Apa, jatuh cintakah?
Jadi dengan adanya komunikasi, berarti : Apa, mendamaikan sesuatu
Sikap- sikap & perasaan suatu kelompok manusia, peringatan ultah atau . . .
( orang- perorangan ) diketahui oleh orang lain ↓
( kelompok manusia lain) Sebelum si gadis dapat
jawaban: Belum Terjadi
Komunikasi
Apakah komunikasi dapat dipisahkan dengan kontak sosial dalam mewujudkan interaksi sosial?
Suatu kontak dapat terjadi tanpa komunikasi.
Contoh : Orang Indonesia ketemu Orang Taiwan
( dgn bhs. Indonesia)><( dgn bhs. Taiwan)
( dan masing- masing tidak mengerti apa yang dibicarakan)
Kontak sosial sebagai syarat 1 terpenuhi, tapi tidak terjadi komunikasi.
Jika dihubungkan dengan interaksi sosial, kontak tanpa komunikasi tidak akan terjadi.
Dalam komunikasi kemungkinan sekali terjadi berbagai macam penafsiran terhadap tingkah laku orang lain.
Contoh: seulas senyum.
D. Bentuk- bentuk Interaksi Sosial
Bentuk- bentuk Interaksi Sosial dapat berupa:
Kerjasama ( Cooperation )
Persaingan ( Competition )
Pertentangan atau Pertikaian ( Conflict)
Akomodasi ( Accomodation)
→ Proses penyelesaian pertikaian untuk sementara waktu tapi ke – 2 belah pihak belum sepenuhnya puas.
Gillin & Gillin, menggolongkan lebih luas lagi’
Menurutnya, ada 2 macam proses sosial yang timbul sebagai akibat adanya interaksi sosial, yaitu:
1. Proses yang Asosiatif ( Process of Association), yang terbagi ke dalam 3 bentuk khusus lagi, yaitu :
Akomodasi
Asimilasi
Akulturasi
2. Proses yang Disasosiatif ( Process of Disassociation ) yang mencakup:
Persaingan
Persaingan yang meliputi : - Kontravensi
- Pertentangan atau Pertikaian ( Conflict)
Kimball Young, menyatakan bentuk- bentuk Proses Sosial adalah:
- Oposisi ( Opposition ) mencakup :
• Persaingan ( Competition)
• Persaingan atau Pertikaian ( Conflict)
- Kerjasama ( Cooperation ), menghasilkan Akomodasi ( Accomodation )
- Diferensiasi ( Differentiation), yaitu :
• Proses dimana sesorang dalam masyarakat mendapat hak- hak dan kewajiban yang berbeda dengan orang- orang lain dalam masyarakat atas dasar perbedaan: usia, seks, dan pekerjaan.
Diferensiasi menghasilkan : Sistem berlapis- lapis dalam masyarakat.
Tamotsu Shibutani, menyatakan beberapa pola interaksi :
- Akomodasi dalam situasi- situasi rutin.
- Ekspresi pertemuan dan anjuran.
- Interaksi srategi dalam pertentangan.
- Pengembangan perilaku masa.
PROSES- PROSES INTERAKSI YANG POKOK ADALAH :
1. Proses yang Asosiatif
a. Kerjasama ( Cooperatif )
Beberapa orang sosiolog mengganggap bahwa kerjasama merupakan bentuk Interaksi Sosial yang pokok, & sebaliknya mengganggap justru kerjasamalah yang merupakan proses utama ( segala macam interaksi tersebutdapat dikembalikan pada kerjasama). Contoh : orang berkelahi, ada kerjasama untuk bertinju. Tapi pengertian tersebut terlalu luas, sehingga menimbulkan kekaburan dan kesulitan dianalisis.
Kerjasama dalam pengertian disini adalah:
Sebagai suatu usaha bersama antara orang -perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama.
Bentuk kerjasama tersebut berkembang bila
orang dapat digerakkan untuk mencapai suatu tujuan bersama.
Harus ada kesadaran bahwa tujuan tersebut bermanfaat.
Harus ada iklim yang menyenangkan dalam pembagian kerja serta balas jasa yang akan diterima.
Kerjasama timbul karena, orientasi orang- perorangan terhadap kelompoknya ( yaitu in- groupnya ) & kelompok lainnya ( yang merupakan out- groupnya).
Kerjasama akan bertambah kuat jika, ada bahaya luara yang mengancam atau tindakan luar yang menyinggung kesetiaan yang secara tradisional / institusional telah tertanam.
Kerjasama dapat bersifat agresif, jika kelompok dalam jangka waktu yang lama mengalami kekecewaan ( tidak puas) karena keinginan pokok tidak terpenuhi karena adanya rintangan dari luar.
Dalam hubungannya dengan kebudayaan suatu masyarakat, maka kebudayan itulah yang mengarahkan & mendorong terjadinya kerjasama.
Contoh :Di AS, terhadap pola pendidikan terhadap anak- anak, pemuda, dewasa, yang mengarahkan pada sikap dan kebiasaan yang lebih berbentuk persaingan dari pada kerjasama.
Di Indonesia, dikenal bentuk kerjasama → gotong- royong. Dalam system pendidikan juga ditanamkan dari sejak kecil agar hidup rukun, terutama dengan keluarga khususnya & masyarakat pada umumnya.
Kerjasama ( Cooperation), dibedakan lagi menjadi:
Kerjasama spontan ( Spontaneous Cooperation ), merupakan kerjasama serta- merta.
Kerjasama Langsung ( Directed Cooperation ), merupakan hasil perintah atasan/ penguasa.
Kerjasama Kontrak ( Contractual Cooperation ), merupakan kerjasama atas dasar tertentu.
Kerjasama Tradisional ( Triditional Cooperation ), merupakan bentuk kerjasama sebagai bagian atau unsure dari system sosial.
Sehubungan dengan pelaksanaan Kerjasama, ada 5 bentuk kerjasama a.l :
• Kerukunan, mencakup gatong- royong dan tolong- menolong.
• Bargaining, yaitu pelaksanaan perjanjian tentang pertukaran barang/ jasa antara 2 organisasi atau lebih.
• Ko- optasi ( Co- potation) , yaitu suatu proses penerimaan unsur- unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi, sebagai salah satu cara untuk menghindari adanya kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan.
• Koalisi, yaitu kombinasi antara 2 organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan- tujuan sama.
• Join- Venture, yaitu kerjasama dalam pengusahaan proyek- proyek tertentu, Misalkan : pengeboran minyak, pertambangan batubara, perfilman, perhotelan.
b. Akomodasi ( Accomodation)
Istilah akomodasi menunjuk pada 2 arti, yaitu :
Akomodasi yang menunjuk pada suatu keadaan, berarti:
Ada keseimbangan ( equilibrium ) dalam interaksi antara orang- perorangan atau kelompok- kelompok manusia dalam kaitannya dengan norma/ nilai sosial dalam masyarakat.
Akomodasi yang menunjuk pada proses, berarti :
Usaha- usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan yaitu usaha- usaha untuk mencapai kestabilan.
Menurut Gillin & Gillin. Akomodasi adalah suatu pengertian yang digunakkan para sosiolog untuk menggambarkan suatu proses dalam hubungan- hubungan sosial yang sama artinya dengan pengertian Adaptasi ( adaptation) yang digunakkan ahli biologi untuk : suatu proses penyesuaian makhluk hidup dengan alam sekitarnya.
Maksudnya : akomodasi sebagai suatu proses dimana orang perorangan / kelompok manusia yang mula- mula saling bertentangan, saling mengadakan penyesuaian diri untuk mengatasi ketegangan- ketegangan.
Akomodasi sebenarnya mirip suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan, sehimgga lawan tidak kehilangan kepribadiannya.
Tujuan akomodasi dapat berbeda- beda, sesuai dengan situasi yang dihadapi, a.l :
Mengurangi pertentangan antara orang- perorangan/ kelompok sebagai akibat perbedaan paham.
Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu/ temporer.
Untuk memungkinkan terjadinya kerjasama antara kelompok- kelompok sosial, psikologis & kebudayaan seperti : masyarakat dengan system berkasta.
Mengusahakan peleburan antara kelompok- kelompok sosial yang terpisah, misal : dengan perkawinan campuran atau asimilasi dalam arti luas.
Tidak selamanya suatu akomodasi sebagai proses akan berhasil sepenuhnya.
Disamping tercipta stabilitas dalam beberapa bidang, mungkin sekali benih- benih pertentangan di bidang lain masih tetinggal, yang luput diperhitungkan oleh usaha akomodasi terdahulu.
Bahaya latent ( seperti prasangka) sewaktu- waktu akan menimbulkan pertentangan baru. Dalam kondisi yang demikian adalah penting di dalam proses akomodasi memperkuat cita- cita, sikap, dan kebiasaan masa lalu, yang telah terbukti mampu meredakan bibit- bibit pertentangan.
Bentuk- bentuk Akomodasi :
• Coercion, yaitu suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan oleh karena adanya paksaan. Coercion mirip bentuk akomodasi dimana salah satu pihak berada dalam keadaan lemah dibandingkan dengan pihak lawan. Pelaksanaannya, secara fisik ( secara langsung) & secara psikologi ( secara tidak langsung). Contoh : perbudakan, interaksi sosialnya didasarkan pada penguasa majikan atas budak- budaknya.
• Compromise, yaitu suatu bentuk akomodasi dimana pihak- pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya, agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada.
Sikap dasar untuk dapat melaksanakan compromise adalah : bahwa, salah satu pihak bersedia merasakan & memahami keadaan pihak lain, begitu pula sebaliknya.
• Arbitration, yaitu suatu cara untuk mencapai compromise, jika pihak- pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri. ( Biasanya melalui pihak ke- 3 yang mendudukinya lebih tinggi dari 2 pihak yang bertentangan).
• Mediation, yaitu hampir mirip arbitration, tapi pihak ke- 3 kedudukannya hanya sebagai penasehat belaka, dan tidak punya wewenang untuk member keputusan- keputusan penyelesaian perselisihan tersebut.
• Conciliation, yaitu usaha untuk mempertemukan keinginan dari pihak- pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama. ( lebih lunak daripada Coercion). Contoh : Ada panitia tetap ( Di Indonesia ) untuk menyelesaikan masalah perburuhan.
• Toleration, ( tolerant- participation ) yaitu bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal bentuknya, yang muncul secara tidak disadari / tidak direncanakan.
• Stalemate, yaitu suatu akomodasi, dimana pihak- pihak yang bertentangan mempunyai kekuatan yang seimbang. Berhenti pada satu titik tertentu. Dalam melakukan pertentangan, karena masing- masing pihak sudah tidak ada kemungkinan untuk maju atau mundur. Contoh : Perang Dingin- Rusia.
• Adjudication, yaitu penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan.
Hasil- hasil Akomodasi :
o Akomodasi & integrasi masyarakat ( menghindarkan masyarakat dari benih- benih pertentangan laten yang akan melahirkan pertentangan baru).
o Menekan Oposisi.
o Koordinasi berbagai kepribadian yang berbeda.
o Perubahan- perubahan dalam kedudukan.
o Akomodasi membuka jalan kea rah asimilasi.
c. Asimilasi ( Assimilation)
Asimilasi mirip suatu proses sosial dalam taraf lanjut.
Asimilasi ditandai dengan adanya :
• Usaha mengurangi perbedaan- perbedaan terdapat antara orang- perorang/ kelompok manusia, juga disertai usaha untuk mempertinggi kesatuan sikap, tindakan dan proses- proses mental dengan memperhatikan kepentingan & tujuan bersama.
Dalam proses asimilasi, mereka mengidentifikasi dirinya dengan kepentingan- kepentingan serta tujuan- tujuan kelompok.
Proses asimilasi timbul bila ada :
Kelompok- kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya.
Orang- perorangan sebagai warga kelompok tersebut saling bergaul secara langsung & intensif untuk waktu yang lama sehingga.
Kebudayaan- kebudayaan dari kelompok- kelompok manusia tersebut masing- masing berubah & saling menyesuaikan diri.
Dari uraian tersebut jelas bahwa asimilasi terkait erat dengan pengembangan sikap- sikap & cita- cita yang sama. Di dalam proses tersebut ada beberapa bentuk interaksi sosial yang memberi arah ke suatu proses asimilasi ( Interaksi yang asimilatif ) bila :
Interaksi sosial tersebut bersifat suatu pendekatan terhadap pihak lain, dimana pihak lain tadi juga berlaku sama.
Interaksi sosial tersebut tidak mengalami halangan- halangan atau pembatasan- pembatasan.
Interaksi sosial tersebut bersifat langsung dan primer.
Frekuensi interaksi sosial tinggi & tetap serta ada kesinambungan antara pola- pola asimilasi tersebut.
Faktor- faktor yang mempermudah terjadinya Asimilasi, a.l :
Toleransi
Kesempatan- kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi.
Sikap menghargai orang asing kebudayaannya.
Sikap yang terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat.
Persamaan dalam unsur- unsur kebudayaan.
Perkawinan campuran ( Amalgamation)
Adanya musuh bersama dari luar.
Faktor- faktor yang menyulitkan asimilasi antara orang- orang Tionghoa dengan orang- orang Indonesia a.l :
• Perbedaan ciri- cirri badaniah.
• In- Group Feeling yang kuat pada golongan Tionghoa, sehingga mereka lebih ke mempertahankan identitas sosial & kebudayaan eksklusif.
• Dominasi ekonomi yang menyebabkan timbulnya sikap tinggi hati.
Faktor- faktor umum yang dapat menjadi penghalang terjadinya asimilasi a.l :
Terisolasinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat ( biasanya golongan minoritas).
Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi, sehingga. . .
Perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi.
Perasaan takut bahwa suatu kebudayaan golongan tertentu lebih tinggi dari pada kebudayaan golongan/ kelompok lainnya.
Perbedaan cirri- cirri badaniah/ warna kulit.
In- Group Feeling yang kuat.
Jika golongan minoritas mengalami gangguan- gangguan dari golongan yang berkuasa.
Perbedaan kepentingan & pertentangan pribadi.
2. Proses- proses yang Disasosiatif :
( Opposition- Process)
a. Persaingan ( Competition )
Diartikan sebagai :
Suatu proses sosial, dimana individu atau kelompok- kelompok manusia yang bersaingan, mencari keuntungan melalui bidang- bidang kehidupan yanh pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum ( baik perorangan/ kelompok) dengan cara menarik perhatian publik atau dengan mempertajam prasangka yang telah ada, tanpa mempergunakkan ancaman atau kekerasan.
Persaingan mempunyai 2 type umum, a.l :
• Yang bersifat pribadi, orang- perorangan/ individu secara langsung ( bersifat : RIVALRY ). Bersaingan untuk misal : kedudukan tertentu dalam organisasi.
• Yang tidak bersifat pribadi, yang langsung bersaingan adalah kelompok, misal : 2 perusahaan bersaing untuk mendapat tender.
Tipe tersebut menghasilkan beberapa bentuk persaingan, a.l :
Persaingan ekonomi
Persaingan kebudayaan
Persaingan kedudukan & peranan
Persaingan ras
Persaingan dengan batas- batas tertentu dapat mempunyai beberapa fungsi, a.l :
Menyalurkan keinginan individu/ kelompok yang besifat kompetitf.
Sebagai jalan dimana keinginan, kepentingan serta nilai- nilai yang ada pada suatu masa menjadi pusat perhatian, tersalurkan dengan baik oleh yang bersaing.
Merupakan alat untuk mengadakan seleksi atas dasar seks & sosial.
Persaingan dapat juga berfungsi sebagai suatu alat untuk menyaring para warga golongan karya ( fungsional ) yang akhirnya akan menghasilkan pembagian kerja yang efektif.
Hasil persaingan terkait erat dengan berbagai faktor, a.l :
• Kepribadian seseorang
• Kemajuan
• Solidaritas kelompok
• Disorganisasi
b. Kontravensi ( Contravention )
Pada hakikatnya, merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan & pertentangan atau pertikaian.
Biasanya ditandai, oleh gejala- gejala adanya ketidakpastian mengenai diri seseorang atau suatu rencana & perasaan tidak suka yang disembunyikan, kebencian/ keragu- raguan terhadap kepribadian seseorang.
Dalam bentuknya yang murni, kontravensi adalah :
• Sikap mental yang tersembunyi terhadap orang- orang lain, unsur- unsur kebudayaan suatu golongan tertentu.
Contoh : kecurigaan : terhadap orang asing ( orang yang sering ditemui )
Terhadap rencana pemerintah, dll.
Bentuk Kontravensi menurut Leopold von Weise & Howard Becker ada 5, yaitu :
I. Yang umum. Meliputi perbuatan- perbuatan seperti : penolakan, keengganan, perlawanan, perbuatan kekerasan & mengacaukan rencana pihak lain.
II. Yang sederhana. Seperti menyangkal perbuatan orang lain di muka umum, memaki- maki melalui surat sebaran, mencerca, memfitnah, melemparkan beban pembuktian kepada pihak lain, dst.
III. Yang intensif. Mencakup penghasutan, menyebarkan desas- desus, mengecewakan pihak- pihak lain, dst.
IV. Yang rahasia. Umpamanya mengumumkan rahasia pihak lain.
V. Yang taktis. Misalnya : mengejutkan lawan, mengganggu atau membingungkan pihak lain. Umpama : dalam kampanye parpol ( pemilu ) memaksa pihak lain menyesuaikan diri ( Conformity) dengan kekerasan, provokasi, intimidasi, dst.
Menurut Leopold von Weise & Howard Becker, ada 3 tipe umum Kontravensi, a.l :
• Kontravensi Generasi Masyarakat.
• Kantravensi yang menyangkut seks.
• Kontravensi Parlementer.
Kecuali tipe- tipe umum, terdapat pula tipe- tipe lain yang juga merupakan Kontravensi :
• Kontavensi antara masyarakat – masyarakat setempat ( Community ), ada 2 :
Kontravensi masyarakat setempat yang berlainan ( Intracommunity Struggle )
Kontravensi antara golongan- golongan dalam satu masyarakat setempat ( Intercommunity Struggle)
• Antagonisme keagamaan.
• Kontravensi Intelektual.
• Oposisi Moral.
c. Pertentangan ( Pertikaian atau Conflict )
Pertentangan atau Pertikaian ( selanjutnya disebut pertentangan saja ).
Adalah : suatu proses sosial dimana andividu atau kelompok berusaha unutk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan/ atau kekerasan.
Sebab- sebab dari pertentangan a.l :
Perbedaan antara individu- individu
Perbedaan kebudayaan
Perbedaan kepentingan
Perubahan sosial
Walaupun pertentangan merupakan suatu proses dissasosiatif yang agak tajam, akan tetapi pertentangan sebagai salah satu bentuk proses sosial juga mempunyai fungsi positif bagi amsyarakat, yaitu :
Sebagai jalan untuk memecahkan & mengurangi ketegangan- ketegangan, sehingga memberi dampak pada peningkatan stabilitas & integritas.
Sebagai sarana untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan- kekuatan dalam masyarakat.
Masyarakat biasanya mempunyai sarana- sarana untuk menyalurkan benih- benih permusuhan. Alat- alat tersebut dalam sosiologi disebut : Safety- Valve- Institusional.
Pertentangan mempunyai beberapa bentuk khusus a.l :
• Pertentangan pribadi
• Pertentangan rasial
• Pertentangan internasional
• Pertentangan antara kelas- kelas sosial
• Pertentangan politik
Akibat- akibat bentuk pertentangan a.l :
Tambahnya solidaritas in- goup
Goyahnya/ retaknya persatuan kelompok
Perubahan kepribadian individu
Hancurnya harta benda & jatuhnya korban manusia
Akomodasi, Dominasi & takhluknya salah satu pihak
SIFAT DAN ARTI ILMU POLITIK
Perkembangan Ilmu Politik
Ilmu politik jika dipandang sebagai cabang ilmu sosial yang mempunyai dasar, rangka, focus, dan ruang lingkup yang jelas, maka dapat dikatakan bahwa ilmu politik masih muda usianya karena lahir pada akhir abad ke- 19.
Berdampingan dengan perkembangan cabang- cabang ilmu sosial yang lain seperti Sosiologi, Anthropologi dan Psikologi.
Ilmu Politik jika dipandang dalam rangka yang lebih luas, yaitu sebagai pembahasan secara rasional dari berbagai aspek negara dan kehidupan politik, maka ilmu politik sudah tua usianya ( ilmu sosial yang tertua). Pada taraf perkembangannya banyak bersandar pada sejarah dan filsafat.
• Di Yunani, pemikiran tentang negara sudah dimulai sejak 450 S.M : Plato, Aristoteles dll.
• Di Asia, telah mewariskan tulisan- tulisan politik yang bermutu sejak tahun 500 S.M
Cina : Confucius atau K’ung Fu Tzu, Mencius, Mazhab Legalist ( Shang Yang).
India : Dharmasastra dan Arthasastra.
Indo : Negarakertagama ( Mpu Prapanca).
Namun perkembangan pemikiran politik di Asia mengalami kemunduran karena terdesak oleh pemikiran Barat dalam rangka imperialisme.
Di benua Eropa seperti Jerman, Austria dan Perancis bahasan mengenai politik dalam abad 18 dan 19 banyak dipengaruhi oleh hokum ( karena focus perhatiannya negara semata- mata ).
Di Inggris permasalahan politik di anggap termasuk filsafat ( terutama moral philosophy) dan bahasanya tidak dapat dilepaskan dari sejarah.
Di Amerika Serikat, mula- mula tekanan ilmu hokum mempengaruhi bahasan dalam ilmu politik. Tetapi lama- lama muncul hasrat kuat untuk membebaskan diri dari pengaruh tersebut, dan lebih mendasarkan diri pada data empiris.
Sesudah Perang Dunia II perkembangan Ilmu Politik sangat pesat. Terutama setelah badan internasional UNESCO, mengadakan survey ke 30 negara untuk mengetahui kedudukan ilmu politik tersebut. Hasilnya buku Contemporary Political Science.
Ilmu Politik Sebagai Ilmu Pengetahuan
Apakah ilmu pengetahuan itu?
Dalam ilmu eksata dianggap bahwa ilmu pengetahuan disusun dan diatur sekitar hukum- hukum umum yang telah dibuktikan kebenarannya secara empiris ( berdasarkan pengalaman). Jika digunakkan definisi ini maka ilmu politik tidak memilki syarat sebagai ilmu pengetahuan.
Oleh karena objek yang diteliti adalah manusia, manusia itu kreatif, mempunyai akal dan tindakannya itu unpredictable.
Oleh karena itu para sarjan ilmu sosial mencoba menyusun definisi yang sifatnya lebih umum.
Ilmu pengetahuan adalah
“keseluruhan dari pengetahuan yang terkoordinasi mengenai pokok pemikiran tertentu”.
Jika perumusan ilmu pengetahuan seperti diatas jelas ilmu politik dapat dikatakan sebagai ilmu pengetahuan.
Tetapi ternyata banyak sarjana yang tidak puas dengan definisi tersebut, oleh karena itu mendorong para ahli untuk mengembangkan metode ilmiah, yakni suatu pendekatan dalam ilmu politik yang mencoba menggunakkan cara- cara baru untuk meneliti gejala- gejala dan peristiwa- peristiwa politik secara lebih sistematis, empiris, dan teoritis. Pendekatan baru tersebut dikenal dengan nama “ pendekatan tingkah laku”.
Pendekatan ini timbul pada decade 50- an sebagai gerakan yang ingin meningkatkan mutu ilmu politik.
Sarjana ilmu politik yang terkenal dalam kelompok ini adalah : Gabriel A. Almond ( Structural functional analysis), David Easton ( General system analysis), Karl W. Deutsh ( Communication Theory) dll.
Salah satu pemikiran pokok pendekatan tingkah laku adalah :
“ tingkah laku politik menjadi lebih fokus daripada lembaga- lembaga politik atau kekuasaan atau keyakinan politik”.
Definisi Ilmu Politik
Politik berasal dari bahasa Yunani, barasal dari kata politeae. Terdiri dari kata : Polis, artinya kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri ( negara). Teae artinya, urusan.
Dalam bahasa Inggris istilah politik mengandung dua pengertian yaitu politic dan policy.
Politic artinya asas, alat, cara, prinsip untuk mencapai tujuan atau cita- cita tertentu.
Policy artinya kebijakan, pertimbangan- pertimbangan untuk lebih menjamin tercapainya tujuan cita- cita tersebut.
Dalam pengertian umum politik berarti :
Bermacam- macam kegiatan dalam suatu system politik ( negara) yang menyangkut proses menentukkan tujuan- tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan- tujuan itu. Kegiatan tersebut meliputi.
• Pengambilan keputusan ( decision making ) : menyangkut apa yang menjadi tujuan system tersebut
• Kebijakan- kebijakan umum ( public policy ) : menyangkut distribusi dan alokasi nilai- nilai di dalam masyarakat.
• Untuk melaksanakan kebijakan tersebut diperlukan kekuasaan ( power) dan wewenang ( authority) untuk membina kerjasama dan mengatasi konflik yang muncul.
Dari pembahasan di atas, berarti bahwa dalam politik terkandung konsep- konsep pokok :
- Negara ( state)
- Kekuasan ( power)
- Pengambilan keputusan ( decision making)
- Kebijaksanaan ( policy; beleid)
- Pembagian ( distribusi) atau alokasi ( pengaturan)
NEGARA ( STATE)
Negara adalah
”suatu organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya”.
Para sarjana yang menekankan negara sebagai inti politik yang memusatkan perhatian pada lembaga- lembaga kenegaraan serta bentuk formilnya ( tradisionil) disebut dengan pendekatan institusional.
Definisi dari para ahli :
Roger F. Soltau dalam Introduction To Politics :
Ilmu politik mempelajari negara, tujuan- tujuan negara hubungan antar negara dengan warga negaranya serta dengan negara- negara lainnya.
J. Barents dalam ilmu politika :
Ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari kehidupan negara … yang merupakan bagian dari kehidupan masyaarkat ; ilmu politik mempelajari negara- negara itu melakukan tugas- tugasnya.
KEKUASAAN ( POWER)
Kekuasaan adalah
“Kemampuan seseorang atau suatu kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keingainan pelaku”.
Para sarjana menekankan kekuasaan sebagai inti politik beranggapan bahwa politik adalah semua kegiatan yang menyangkut masalah merebutkan dan mempertahankan kekuasaan ( perjuangan kekuasaan)
Definisi dari para ahli :
Harold D. Laswell dan A. Kaplan dalam Power and Society :
Ilmu politik mempelajari pembentukan dan pembagian kekuasaan.
W.A. Robson dalam The University Teaching of Social Sciences :
Ilmu politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat… yaitu sifat- sifat hakiki, dasar, proses- proses, ruang lingkup dan hasil- hasil. Focus perhatian sarjana ilmu politik… tertuju pada perjuangan untuk mencapai atau mempertahankan kekuasaan, melaksanakan kekuasaan atau pengaruh orang lain atau menentang oelaksanaan kekuasaaan itu.
Dellar Noer dalam Pengantar Ke Pemikiran politik :
Ilmu politik adalah ilmu sosial yang khusus mempelajari sifat dan tujuan negara sejauh negara merupakan organisasikekuasaan, beserta sifat dan tujuan dari gejala- gejala kekuasaan lain yang tidak resmi yang dapat mempngaruhi negara.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN ( DECISION MAKING)
Keputusan ( decision) adalah membuat pilihan diantara beberapa altenatif. Sedang istilah Pengambilan Keputusan ( decision Making) menunjukkan proses yang terjadi sampai keputusan itu tercapai.
Pengambilan keputusan sebagai konsep politik menyangkut keputusan- keputusan yang diambil secara kolektif dan mengikat seluruh masyarakat.
Keputusan tersebut :
Tujuan masyarakat dan kebijaksanaan- kebijaksanaan untuk mencapai tujuan itu.
Definisi para ahli :
Harold Laswell dirumuskan sebagai : “Who gets what, when, how.”
Joyce Mitchell dalam Political Analysis and Public Policy :
Politik adalah pengambilan keputusan kolektif atau pembuatan kebijaksanaan umum masyarakat seluruhnya.
Karl. W. Deutsch :
Politik adalah pengambilan keputusan melalui sarana umum.
KEBIJAKSANAAN UMUM ( PUBLIC POLICY)
Kebijaksanaan ( policy) adalah :
“Suatu kumpulan keputusan yang diambil oleh seorang pelaku atau oleh kelompok politik dalam usaha memilih tujuan- tujuan dan cara- cara untuk mencapai tujuan- tujuan itu”.
Para sarjana yang menekankan aspek kebijaksanaan umum menganggap bahwa setiap masyarakat mempunyai beberapa tujuan bersama. Cita- cita tersebut dicapai melalui usaha bersama, dan untuk itu diperlukan rencana yang mengikat yang dituangkan dalam kebijaksanaan- kebijaksanaan oleh pihak yang berwenang dalam hal ini pemerintah.
Definisi para ahli :
Hoogerwerf :
Obyek dari ilmu politik pemakai kekuasaan.
David Easton :
Ilmu politik adalah studi mengenai terbentuknya kebijaksanaan umum. Dalam bukunya The Political System David Easton mengatakan, kehidupan politik mencakup bermacam- macam kegiatan yang mempengaruhi kebijaksanaan dari pihak yang berwenang yang diterima oleh suatu masyarakat.
PEMBAGIAN ( DISTRIBUTION)
Pembagian (distribution ) adalah:
“ Pembagian dan penjatahan dari nilai- nilai dalam masyarkat.”
Para sarjana yang menekankan pembagian dan alokasi beranggapan bahwa politik adalah membagikan dan mengalokasikan nilai- nilai secara mengikat. Yang ingin ditekankan disini adalah pembagian sering tidak merata sehingga menimbulkan konflik dalam masyarakat.
Definisi para ahli.
PROSES SOSIAL DAN
INTERAKSI SOSIAL
A. Pengantar
Untuk mengetahui gambaran nyata tentang masyarakat, tidak hanya mepelajari : Stuktur Sosial tapi juga proses sosial.
Tamotsu Shibutani, mengatakan :
Sosiologi mempelajari transaksi- transaksi sosial, yang mencakup usaha. Usaha bekerja sama, antara para pihak karena semua kegiatan- kegiatan manusia didasarkan pada gotong- royong.
Masyarakat mempunyai bentuk- bentuk sruktur ( segi statis) a.l :
Kelompok – kelompok sosial tapi semuanya mempunyai suatu derajat
Kebudayaan dinamika tertentu pada, situasi dan kondisi.
Lembaga Sosial
Stratifikasi & kekuasaan ↓
Perubahan dan perkembangan masyarakat yang mewujudkan segi dinamikanya. Hal ini disebabkan karena warga masyarakat melakukan hubungan satu dengan lainnya baik orang per orang ataupun kelompok.
↓
Sebelum suatu hubungan tersebut berbentuk konkrit, maka akan dialami proses ke arah konkrit, sesuai dengan nilai- nilai sosial budaya.
↓
Proses tersebut disebut dengan : Proses Sosial.
Proses Sosial adalah :
• Cara- cara berhubungan yang dilihat apabila orang- perorangan & kelompok- kelompok sosial saling bertemu & menentukan system serta bentuk- bentuk hubungan tersebut atau:
• Apa yang akan terjadi bila ada perubahan- perubahan yang menyebabkan goyahnya pola- pola kehidupan yang telah ada.
Sosial berarti merupakan pengaruh timbal balik ( interaksi) antara berbagai segi kehidupan bersama, seperti : sosial- politik, ekonomi- politik, ekonomi- hokum, dsb.
Karena proses sosial mencakup bidang yang luas, maka sosiologi dalam membahas proses sosial, membatasi hanya pada bentuk- bentuk interaksi sosial, yaitu:
• Bentuk- bentuk yang tampak apabila orang- perorangan ataupun kelompok . Kelompok manusia mengadakan hubungan satu sama lain terutama dengan mengetengahkan kelompok serta lapisan sosial sebagai unsur pokok stuktur sosial sehingga diharapkan dapat diperoleh gambaran segi dinamis & statis dari masyarakat.
Pengertian interaksi sosial sangat berguna dalam mempelajari berbagai maslah dalam masyarakat.
Contoh : Di Indonesia, bentuk- bentuk interaksi sosial yang berlansung antara berbagai suku bangsa atau antar golongan terpelajar dengan golongan agama.
Kondisi- kondisi apa yang dapat mempengaruhi berlangsungnya interaksi sosial dan bentuk dari interaksi sosial tersebut, sangat berguna untuk pembinaan masyarakat & bangsa.
Interaksi sosial adalah kunci dari semua kehidupan sosial oleh karena tanpa interaksi sosial, tak akan mungkin ada kehidupan bersama.
Seperti, bertemunya orang secara badaniah saja, tidak akan menghasilkan pergaulan hidup dalam masyarakat, pergaulan hidup akan terjadi bila orang- orang : bekerja sama, saling bicara, sallling konflik- persaingan, dst.
Oleh karena itu : Interaksi Sosial adalah Daaasar dari Proses Sosial.
B. Interaksi Sosial sebagai Faktor Utama dalam Kehidupan Bersama
Bentuk umum dari Proses Sosial adalah Interaksi Sosial.
( Interaksi Sosial dinamakan juga dengan Proses Sosial)
Bentuk lain dari proses sosial hanya merupakan bentuk khusus dari Interaksi Sosial.
Interaksi Sosial merupakan hubungan- hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang- perorangan, antar kelompok- kelompok manusia, maupun orang- perorangan dengan kelompok manusia.
Contoh : Jika 2 orang bertemu,
( seorang dengan kelompok manusia).
• Saling berjabat tangan, saling bicara, atau berkelahi, aktifitas tersebut mirip bentuk- bentuk interaksi sosial.
• Meski orang- arang yang bertemu muka tersebut tidak saling bicara/ menukar tanda- tanda, interaksi sosial dapat terjadi, karena : masing- masing sadar akan adanya pihak lain karena terjadi perubahan dalam perasaan maupun syaraf- syaraf orang- orang yang bersangkutan, (disebabkan : bau keringat, bau parfum, suara berjalan) sehingga menimbulkan : kesan dalam pikiran seseorang, kemudian menetukan tindakan apa yang akan dilakukan.
Berlangsungnya suatu proses interaksi didasarkan pada berbagai faktor, a.l :
• Imitasi, suatu proses meniru tingkah laku orang lain, sehingga menyebabkan : perilaku positif & perilaku negative, ( tergantung yang ditiru).
Kelemahannya, dapat menyebabkan melemahnya kreatifitas dan ide seseorang.
• Sugesti, suatu proses seseorang member suatu pandangan atau sikap yang berasal dari dirinya, yang kemudian diterima oleh pihak lain. Biasanya dari orang yang dipandang lebih tinggi kedudukannya / lebih berwibawa, atau dari bagian terbesar dari kelompoknya.
Sebetulnya hampir mirip dengan imitasi, bedanya pada titik tolaknya.
Sugesti, terjadi karena pihak yang menerima sugesti ini biasanya: dengan EMOSI, sehingga kurang rasional dan menghambat daya pikirnya.
• Identifikasi, suatu kecenderungan- kecenderunagn atau keinginan- keinginan seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain.
Hampir sama juga dengan imitasi, bedanya:
Identifikasi, lebih mendalam dari imitasi, karena kepribadian seseorang bias terbentuk atas dasar proses ini ( berlangsung dengan sendirinya tanpa disadari dan dengan sengaja).
• Simpati, suatu proses dimana seseorang tertarik dengan pihak lain.
Dalam proses ini perasaan berperan penting, walaupun dorongan utama simpati adalah keinginan untuk memahami pihak lain & bekerja sama dengannya. Inilah perbedaan dengan identifikasi lebih didorong :
Oleh, keinginan untuk belajar dari pihak lain yang dianggap kedudukannya lebih tinggi dan harus dihormati karena mempunyai kelebihan- kelebihan atau kemampuan- kemampuan tertentu yang perlu dicontoh.
Proses simpati akan dapat b erkembang didalam suatu keadaan dimana faktor saling mengerti terjamin.
C. Syarat- syarat Terjadinya Interaksi Sosial
Suatu Interaksi Sosial tidak akan mungkin terjadi bila tidak memenuhi 2 syarat, yaitu:
1. Adanya kontak sosial ( Social Contatc).
2. Adanya komunikasi.
Kontak Sosial
( Social Contact)
Kontak berasal dari bahasa latin :
• Con atau Cum, artinya : Bersama- sama
→ Berarti : bersama- sama menyentuh
• Tango, artinya : menyentuh
Secara fisik, kontak baru terjadi bila hubungan badaniah.
Sebagai gejala sosial, itu tidak perlu berartisuatu hubungan badaniah, oleh karena orang dapat melakukan hubungan dengan pihak lain tanpa menyentuhnya.
Misal : Dengan telepon, surat, dll.
Kontak sosial dapat berlangsung dalam 3 bentuk, yaitu:
Antara orang- perorangan
Antara orang- perorangan dengan suatu kelompok manusia.
Antara kelompok manusia dengan kelompok manusia.
Terjadinya kontak tidak semata- mata tergantung dari tindakan tapi juga tanggapan dari tindakan- tindakan tersebut.
Kontak Sosial dapat bersifat :
Positive, mengarah kerjasama.
Negative, mengarah pertentanganatau bahkan tidak menghasilkan interaksi sosial.
Suatu kontak dapat bersifat:
Primer, terjadi hubungan lansung, bertemu bertatap muka( ct: jabat tangan)
Sekunder, memerlukn perantara, terdiri atas:
Sekunder secara langsung.
Sekunder secara tidak langsung.
Komunikasi
ialah suatu proses bahwa seseorang memberikan tafsiran pada perilaku orang lain ( berwujud : pembicaraan, gerak- gerik badan, sikap), perasaan apa yang ingin disampaikan pada orang tersebut & yang bersangkutan kemudian memberikan reaksi terhadap perasaan yang disampaikan kepadanya.
Contoh : gadis diberi bunga, tapi perhatian utamanya: - Siapa yang memberi bunga
( akan mencium & memandangi bunga tsb) - Mengapa memberi bunga
Apa, jatuh cintakah?
Jadi dengan adanya komunikasi, berarti : Apa, mendamaikan sesuatu
Sikap- sikap & perasaan suatu kelompok manusia, peringatan ultah atau . . .
( orang- perorangan ) diketahui oleh orang lain ↓
( kelompok manusia lain) Sebelum si gadis dapat
jawaban: Belum Terjadi
Komunikasi
Apakah komunikasi dapat dipisahkan dengan kontak sosial dalam mewujudkan interaksi sosial?
Suatu kontak dapat terjadi tanpa komunikasi.
Contoh : Orang Indonesia ketemu Orang Taiwan
( dgn bhs. Indonesia)><( dgn bhs. Taiwan)
( dan masing- masing tidak mengerti apa yang dibicarakan)
Kontak sosial sebagai syarat 1 terpenuhi, tapi tidak terjadi komunikasi.
Jika dihubungkan dengan interaksi sosial, kontak tanpa komunikasi tidak akan terjadi.
Dalam komunikasi kemungkinan sekali terjadi berbagai macam penafsiran terhadap tingkah laku orang lain.
Contoh: seulas senyum.
D. Bentuk- bentuk Interaksi Sosial
Bentuk- bentuk Interaksi Sosial dapat berupa:
Kerjasama ( Cooperation )
Persaingan ( Competition )
Pertentangan atau Pertikaian ( Conflict)
Akomodasi ( Accomodation)
→ Proses penyelesaian pertikaian untuk sementara waktu tapi ke – 2 belah pihak belum sepenuhnya puas.
Gillin & Gillin, menggolongkan lebih luas lagi’
Menurutnya, ada 2 macam proses sosial yang timbul sebagai akibat adanya interaksi sosial, yaitu:
1. Proses yang Asosiatif ( Process of Association), yang terbagi ke dalam 3 bentuk khusus lagi, yaitu :
Akomodasi
Asimilasi
Akulturasi
2. Proses yang Disasosiatif ( Process of Disassociation ) yang mencakup:
Persaingan
Persaingan yang meliputi : - Kontravensi
- Pertentangan atau Pertikaian ( Conflict)
Kimball Young, menyatakan bentuk- bentuk Proses Sosial adalah:
- Oposisi ( Opposition ) mencakup :
• Persaingan ( Competition)
• Persaingan atau Pertikaian ( Conflict)
- Kerjasama ( Cooperation ), menghasilkan Akomodasi ( Accomodation )
- Diferensiasi ( Differentiation), yaitu :
• Proses dimana sesorang dalam masyarakat mendapat hak- hak dan kewajiban yang berbeda dengan orang- orang lain dalam masyarakat atas dasar perbedaan: usia, seks, dan pekerjaan.
Diferensiasi menghasilkan : Sistem berlapis- lapis dalam masyarakat.
Tamotsu Shibutani, menyatakan beberapa pola interaksi :
- Akomodasi dalam situasi- situasi rutin.
- Ekspresi pertemuan dan anjuran.
- Interaksi srategi dalam pertentangan.
- Pengembangan perilaku masa.
PROSES- PROSES INTERAKSI YANG POKOK ADALAH :
1. Proses yang Asosiatif
a. Kerjasama ( Cooperatif )
Beberapa orang sosiolog mengganggap bahwa kerjasama merupakan bentuk Interaksi Sosial yang pokok, & sebaliknya mengganggap justru kerjasamalah yang merupakan proses utama ( segala macam interaksi tersebutdapat dikembalikan pada kerjasama). Contoh : orang berkelahi, ada kerjasama untuk bertinju. Tapi pengertian tersebut terlalu luas, sehingga menimbulkan kekaburan dan kesulitan dianalisis.
Kerjasama dalam pengertian disini adalah:
Sebagai suatu usaha bersama antara orang -perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama.
Bentuk kerjasama tersebut berkembang bila
orang dapat digerakkan untuk mencapai suatu tujuan bersama.
Harus ada kesadaran bahwa tujuan tersebut bermanfaat.
Harus ada iklim yang menyenangkan dalam pembagian kerja serta balas jasa yang akan diterima.
Kerjasama timbul karena, orientasi orang- perorangan terhadap kelompoknya ( yaitu in- groupnya ) & kelompok lainnya ( yang merupakan out- groupnya).
Kerjasama akan bertambah kuat jika, ada bahaya luara yang mengancam atau tindakan luar yang menyinggung kesetiaan yang secara tradisional / institusional telah tertanam.
Kerjasama dapat bersifat agresif, jika kelompok dalam jangka waktu yang lama mengalami kekecewaan ( tidak puas) karena keinginan pokok tidak terpenuhi karena adanya rintangan dari luar.
Dalam hubungannya dengan kebudayaan suatu masyarakat, maka kebudayan itulah yang mengarahkan & mendorong terjadinya kerjasama.
Contoh :Di AS, terhadap pola pendidikan terhadap anak- anak, pemuda, dewasa, yang mengarahkan pada sikap dan kebiasaan yang lebih berbentuk persaingan dari pada kerjasama.
Di Indonesia, dikenal bentuk kerjasama → gotong- royong. Dalam system pendidikan juga ditanamkan dari sejak kecil agar hidup rukun, terutama dengan keluarga khususnya & masyarakat pada umumnya.
Kerjasama ( Cooperation), dibedakan lagi menjadi:
Kerjasama spontan ( Spontaneous Cooperation ), merupakan kerjasama serta- merta.
Kerjasama Langsung ( Directed Cooperation ), merupakan hasil perintah atasan/ penguasa.
Kerjasama Kontrak ( Contractual Cooperation ), merupakan kerjasama atas dasar tertentu.
Kerjasama Tradisional ( Triditional Cooperation ), merupakan bentuk kerjasama sebagai bagian atau unsure dari system sosial.
Sehubungan dengan pelaksanaan Kerjasama, ada 5 bentuk kerjasama a.l :
• Kerukunan, mencakup gatong- royong dan tolong- menolong.
• Bargaining, yaitu pelaksanaan perjanjian tentang pertukaran barang/ jasa antara 2 organisasi atau lebih.
• Ko- optasi ( Co- potation) , yaitu suatu proses penerimaan unsur- unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi, sebagai salah satu cara untuk menghindari adanya kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan.
• Koalisi, yaitu kombinasi antara 2 organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan- tujuan sama.
• Join- Venture, yaitu kerjasama dalam pengusahaan proyek- proyek tertentu, Misalkan : pengeboran minyak, pertambangan batubara, perfilman, perhotelan.
b. Akomodasi ( Accomodation)
Istilah akomodasi menunjuk pada 2 arti, yaitu :
Akomodasi yang menunjuk pada suatu keadaan, berarti:
Ada keseimbangan ( equilibrium ) dalam interaksi antara orang- perorangan atau kelompok- kelompok manusia dalam kaitannya dengan norma/ nilai sosial dalam masyarakat.
Akomodasi yang menunjuk pada proses, berarti :
Usaha- usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan yaitu usaha- usaha untuk mencapai kestabilan.
Menurut Gillin & Gillin. Akomodasi adalah suatu pengertian yang digunakkan para sosiolog untuk menggambarkan suatu proses dalam hubungan- hubungan sosial yang sama artinya dengan pengertian Adaptasi ( adaptation) yang digunakkan ahli biologi untuk : suatu proses penyesuaian makhluk hidup dengan alam sekitarnya.
Maksudnya : akomodasi sebagai suatu proses dimana orang perorangan / kelompok manusia yang mula- mula saling bertentangan, saling mengadakan penyesuaian diri untuk mengatasi ketegangan- ketegangan.
Akomodasi sebenarnya mirip suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan, sehimgga lawan tidak kehilangan kepribadiannya.
Tujuan akomodasi dapat berbeda- beda, sesuai dengan situasi yang dihadapi, a.l :
Mengurangi pertentangan antara orang- perorangan/ kelompok sebagai akibat perbedaan paham.
Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu/ temporer.
Untuk memungkinkan terjadinya kerjasama antara kelompok- kelompok sosial, psikologis & kebudayaan seperti : masyarakat dengan system berkasta.
Mengusahakan peleburan antara kelompok- kelompok sosial yang terpisah, misal : dengan perkawinan campuran atau asimilasi dalam arti luas.
Tidak selamanya suatu akomodasi sebagai proses akan berhasil sepenuhnya.
Disamping tercipta stabilitas dalam beberapa bidang, mungkin sekali benih- benih pertentangan di bidang lain masih tetinggal, yang luput diperhitungkan oleh usaha akomodasi terdahulu.
Bahaya latent ( seperti prasangka) sewaktu- waktu akan menimbulkan pertentangan baru. Dalam kondisi yang demikian adalah penting di dalam proses akomodasi memperkuat cita- cita, sikap, dan kebiasaan masa lalu, yang telah terbukti mampu meredakan bibit- bibit pertentangan.
Bentuk- bentuk Akomodasi :
• Coercion, yaitu suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan oleh karena adanya paksaan. Coercion mirip bentuk akomodasi dimana salah satu pihak berada dalam keadaan lemah dibandingkan dengan pihak lawan. Pelaksanaannya, secara fisik ( secara langsung) & secara psikologi ( secara tidak langsung). Contoh : perbudakan, interaksi sosialnya didasarkan pada penguasa majikan atas budak- budaknya.
• Compromise, yaitu suatu bentuk akomodasi dimana pihak- pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya, agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada.
Sikap dasar untuk dapat melaksanakan compromise adalah : bahwa, salah satu pihak bersedia merasakan & memahami keadaan pihak lain, begitu pula sebaliknya.
• Arbitration, yaitu suatu cara untuk mencapai compromise, jika pihak- pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri. ( Biasanya melalui pihak ke- 3 yang mendudukinya lebih tinggi dari 2 pihak yang bertentangan).
• Mediation, yaitu hampir mirip arbitration, tapi pihak ke- 3 kedudukannya hanya sebagai penasehat belaka, dan tidak punya wewenang untuk member keputusan- keputusan penyelesaian perselisihan tersebut.
• Conciliation, yaitu usaha untuk mempertemukan keinginan dari pihak- pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama. ( lebih lunak daripada Coercion). Contoh : Ada panitia tetap ( Di Indonesia ) untuk menyelesaikan masalah perburuhan.
• Toleration, ( tolerant- participation ) yaitu bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal bentuknya, yang muncul secara tidak disadari / tidak direncanakan.
• Stalemate, yaitu suatu akomodasi, dimana pihak- pihak yang bertentangan mempunyai kekuatan yang seimbang. Berhenti pada satu titik tertentu. Dalam melakukan pertentangan, karena masing- masing pihak sudah tidak ada kemungkinan untuk maju atau mundur. Contoh : Perang Dingin- Rusia.
• Adjudication, yaitu penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan.
Hasil- hasil Akomodasi :
o Akomodasi & integrasi masyarakat ( menghindarkan masyarakat dari benih- benih pertentangan laten yang akan melahirkan pertentangan baru).
o Menekan Oposisi.
o Koordinasi berbagai kepribadian yang berbeda.
o Perubahan- perubahan dalam kedudukan.
o Akomodasi membuka jalan kea rah asimilasi.
c. Asimilasi ( Assimilation)
Asimilasi mirip suatu proses sosial dalam taraf lanjut.
Asimilasi ditandai dengan adanya :
• Usaha mengurangi perbedaan- perbedaan terdapat antara orang- perorang/ kelompok manusia, juga disertai usaha untuk mempertinggi kesatuan sikap, tindakan dan proses- proses mental dengan memperhatikan kepentingan & tujuan bersama.
Dalam proses asimilasi, mereka mengidentifikasi dirinya dengan kepentingan- kepentingan serta tujuan- tujuan kelompok.
Proses asimilasi timbul bila ada :
Kelompok- kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya.
Orang- perorangan sebagai warga kelompok tersebut saling bergaul secara langsung & intensif untuk waktu yang lama sehingga.
Kebudayaan- kebudayaan dari kelompok- kelompok manusia tersebut masing- masing berubah & saling menyesuaikan diri.
Dari uraian tersebut jelas bahwa asimilasi terkait erat dengan pengembangan sikap- sikap & cita- cita yang sama. Di dalam proses tersebut ada beberapa bentuk interaksi sosial yang memberi arah ke suatu proses asimilasi ( Interaksi yang asimilatif ) bila :
Interaksi sosial tersebut bersifat suatu pendekatan terhadap pihak lain, dimana pihak lain tadi juga berlaku sama.
Interaksi sosial tersebut tidak mengalami halangan- halangan atau pembatasan- pembatasan.
Interaksi sosial tersebut bersifat langsung dan primer.
Frekuensi interaksi sosial tinggi & tetap serta ada kesinambungan antara pola- pola asimilasi tersebut.
Faktor- faktor yang mempermudah terjadinya Asimilasi, a.l :
Toleransi
Kesempatan- kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi.
Sikap menghargai orang asing kebudayaannya.
Sikap yang terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat.
Persamaan dalam unsur- unsur kebudayaan.
Perkawinan campuran ( Amalgamation)
Adanya musuh bersama dari luar.
Faktor- faktor yang menyulitkan asimilasi antara orang- orang Tionghoa dengan orang- orang Indonesia a.l :
• Perbedaan ciri- cirri badaniah.
• In- Group Feeling yang kuat pada golongan Tionghoa, sehingga mereka lebih ke mempertahankan identitas sosial & kebudayaan eksklusif.
• Dominasi ekonomi yang menyebabkan timbulnya sikap tinggi hati.
Faktor- faktor umum yang dapat menjadi penghalang terjadinya asimilasi a.l :
Terisolasinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat ( biasanya golongan minoritas).
Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi, sehingga. . .
Perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi.
Perasaan takut bahwa suatu kebudayaan golongan tertentu lebih tinggi dari pada kebudayaan golongan/ kelompok lainnya.
Perbedaan cirri- cirri badaniah/ warna kulit.
In- Group Feeling yang kuat.
Jika golongan minoritas mengalami gangguan- gangguan dari golongan yang berkuasa.
Perbedaan kepentingan & pertentangan pribadi.
2. Proses- proses yang Disasosiatif :
( Opposition- Process)
a. Persaingan ( Competition )
Diartikan sebagai :
Suatu proses sosial, dimana individu atau kelompok- kelompok manusia yang bersaingan, mencari keuntungan melalui bidang- bidang kehidupan yanh pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum ( baik perorangan/ kelompok) dengan cara menarik perhatian publik atau dengan mempertajam prasangka yang telah ada, tanpa mempergunakkan ancaman atau kekerasan.
Persaingan mempunyai 2 type umum, a.l :
• Yang bersifat pribadi, orang- perorangan/ individu secara langsung ( bersifat : RIVALRY ). Bersaingan untuk misal : kedudukan tertentu dalam organisasi.
• Yang tidak bersifat pribadi, yang langsung bersaingan adalah kelompok, misal : 2 perusahaan bersaing untuk mendapat tender.
Tipe tersebut menghasilkan beberapa bentuk persaingan, a.l :
Persaingan ekonomi
Persaingan kebudayaan
Persaingan kedudukan & peranan
Persaingan ras
Persaingan dengan batas- batas tertentu dapat mempunyai beberapa fungsi, a.l :
Menyalurkan keinginan individu/ kelompok yang besifat kompetitf.
Sebagai jalan dimana keinginan, kepentingan serta nilai- nilai yang ada pada suatu masa menjadi pusat perhatian, tersalurkan dengan baik oleh yang bersaing.
Merupakan alat untuk mengadakan seleksi atas dasar seks & sosial.
Persaingan dapat juga berfungsi sebagai suatu alat untuk menyaring para warga golongan karya ( fungsional ) yang akhirnya akan menghasilkan pembagian kerja yang efektif.
Hasil persaingan terkait erat dengan berbagai faktor, a.l :
• Kepribadian seseorang
• Kemajuan
• Solidaritas kelompok
• Disorganisasi
b. Kontravensi ( Contravention )
Pada hakikatnya, merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan & pertentangan atau pertikaian.
Biasanya ditandai, oleh gejala- gejala adanya ketidakpastian mengenai diri seseorang atau suatu rencana & perasaan tidak suka yang disembunyikan, kebencian/ keragu- raguan terhadap kepribadian seseorang.
Dalam bentuknya yang murni, kontravensi adalah :
• Sikap mental yang tersembunyi terhadap orang- orang lain, unsur- unsur kebudayaan suatu golongan tertentu.
Contoh : kecurigaan : terhadap orang asing ( orang yang sering ditemui )
Terhadap rencana pemerintah, dll.
Bentuk Kontravensi menurut Leopold von Weise & Howard Becker ada 5, yaitu :
I. Yang umum. Meliputi perbuatan- perbuatan seperti : penolakan, keengganan, perlawanan, perbuatan kekerasan & mengacaukan rencana pihak lain.
II. Yang sederhana. Seperti menyangkal perbuatan orang lain di muka umum, memaki- maki melalui surat sebaran, mencerca, memfitnah, melemparkan beban pembuktian kepada pihak lain, dst.
III. Yang intensif. Mencakup penghasutan, menyebarkan desas- desus, mengecewakan pihak- pihak lain, dst.
IV. Yang rahasia. Umpamanya mengumumkan rahasia pihak lain.
V. Yang taktis. Misalnya : mengejutkan lawan, mengganggu atau membingungkan pihak lain. Umpama : dalam kampanye parpol ( pemilu ) memaksa pihak lain menyesuaikan diri ( Conformity) dengan kekerasan, provokasi, intimidasi, dst.
Menurut Leopold von Weise & Howard Becker, ada 3 tipe umum Kontravensi, a.l :
• Kontravensi Generasi Masyarakat.
• Kantravensi yang menyangkut seks.
• Kontravensi Parlementer.
Kecuali tipe- tipe umum, terdapat pula tipe- tipe lain yang juga merupakan Kontravensi :
• Kontavensi antara masyarakat – masyarakat setempat ( Community ), ada 2 :
Kontravensi masyarakat setempat yang berlainan ( Intracommunity Struggle )
Kontravensi antara golongan- golongan dalam satu masyarakat setempat ( Intercommunity Struggle)
• Antagonisme keagamaan.
• Kontravensi Intelektual.
• Oposisi Moral.
c. Pertentangan ( Pertikaian atau Conflict )
Pertentangan atau Pertikaian ( selanjutnya disebut pertentangan saja ).
Adalah : suatu proses sosial dimana andividu atau kelompok berusaha unutk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan/ atau kekerasan.
Sebab- sebab dari pertentangan a.l :
Perbedaan antara individu- individu
Perbedaan kebudayaan
Perbedaan kepentingan
Perubahan sosial
Walaupun pertentangan merupakan suatu proses dissasosiatif yang agak tajam, akan tetapi pertentangan sebagai salah satu bentuk proses sosial juga mempunyai fungsi positif bagi amsyarakat, yaitu :
Sebagai jalan untuk memecahkan & mengurangi ketegangan- ketegangan, sehingga memberi dampak pada peningkatan stabilitas & integritas.
Sebagai sarana untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan- kekuatan dalam masyarakat.
Masyarakat biasanya mempunyai sarana- sarana untuk menyalurkan benih- benih permusuhan. Alat- alat tersebut dalam sosiologi disebut : Safety- Valve- Institusional.
Pertentangan mempunyai beberapa bentuk khusus a.l :
• Pertentangan pribadi
• Pertentangan rasial
• Pertentangan internasional
• Pertentangan antara kelas- kelas sosial
• Pertentangan politik
Akibat- akibat bentuk pertentangan a.l :
Tambahnya solidaritas in- goup
Goyahnya/ retaknya persatuan kelompok
Perubahan kepribadian individu
Hancurnya harta benda & jatuhnya korban manusia
Akomodasi, Dominasi & takhluknya salah satu pihak
Jumat, 05 Maret 2010
STRUKTUR SISTEM OPERASI PADA LINUX
Sistem Operasi Linux
Secara teknis dan singkat dapat dikatakan, Linux adalah suatu sistem operasi yang bersifat multi user dan multitasking, yang dapat berjalan di berbagai platform, termasuk prosesor INTEL 386 dan yang lebih tinggi. Sistem operasi ini mengimplementasikan standard POSIX. Linux dapat berinteroperasi secara baik dengan sistem operasi yang lain, termasuk Apple, Microsoft dan Novell.
Nama Linux sendiri diturunkan dari pencipta awalnya, LINUS TORVALDS, yang sebetulnya mengacu pada kernel dari suatu sistem operasi, suatu penamaan yang biasa digunakan untuk mengacu ke pada suatu kumpulan lengkap software, yang bersama-sama dengan kernel menyusun suatu sistem operasi yang lengkap.
Perbedaan mendasar Linux
Satu hal yang membedakan Linux terhadap sistem operasi lainnya adalah, harga. Linux ini GRATIS. Berarti dapat diperbanyak, dan didistribusikan kembali tanpa harus membayar fee atau royalti kepada seseorang. Tetapi banyak isue lainya dengan bersifat free, selain dari pertimbangan harga. Source code Linux tersedia bagi setiap orang. Perkembangan Linux menunjukkan pentingnya perananan kebebasan ini. Hal ini telah menghasilkan suatu tingkat keterlibatan yang menakjugkan dari ribuan atau bahkan ratusan ribu orang di seluruh dunia.
Kebebasan ini telah memungkinkan para vendor perangkat keras membuat driver untuk divais tertentu tanpa harus mendapatkan lisensi source code yang mahal, atau menandatangani non descructive agreement. Dan itu juga telah menyediakan kemungkinan bagi mahasiswa ilmu komputer di seluruh dunia untuk melihat ke dalam suatu sistem operasi yang nyata dan berkualitas komersial.
Karena Linux itu tersedia secara bebas di Internet, berbagai vendor telah membuat suatu paket distribusi, yang dapat dianggap sebagai berbagai versi kemasan Linux. paket ini termasuk lingkungan Linux lengkap, perangkat lunak untuk instalasi, dan mungkin termasuk perangkat lunak khusus, dan dukungan khusus.
STRUKTUR SISTEM OPERASI
Pendekatan yang umum suatu sistem yang besar dan kompleks adalah dengan memecah tugas-tugas (task) ke bentuk komponen-komponen kecil dibandingkan dalam bentuk sistem tunggal (monolithic). Komponen-komponen tersebut akan akan di bahas pada bagian berikut ini.
Struktur Sederhana
Banyak sistem operasi komersial yang tidak terstruktur dengan baik. Kemudian sistem operasi dimulai dari yang terkecil, sederhana dan terbatas lalu berkembang dengan ruang lingkup originalnya. Contoh dari sistem operasi ini adalah MS-DOS dan UNIX. MS-DOS merupakan sistem operasi yang menyediakan fungsional dalam ruang yang sedikit sehingga tidak dibagi menjadi beberapa modul,
Sedangkan UNIX menggunakan struktur monolitik dimana prosedur dapat saling dipanggil ole prosedur lain di sistem bila diperlukan dan kernel berisi semua layanan yang disediakan system operasi untuk pengguna [Bambang2002]. Inisialisasi-nya terbatas pada fungsional perangkat keras yang terbagi menjadi dua bagian yaitu kernel dan sistem program. Kernel terbagi menjadi serangkaian interface dan device driver dan menyediakan sistem file, penjadwalan CPU, manajemen memori, dan fungsi-fungsi sistem operasi lainnya melalui system calls.
Microkernels
Metode struktur ini adalah menghilangkan komponen-komponen yang tidak diperlukan dari kernel dan mengimplementasikannya sebagai sistem dan program-program level user. Hal ini akan menghasilkan kernel yang kecil. Fungsi utama dari jenis ini adalah menyediakan fasilitas komunikasi antara program client dan bermacam pelayanan yang berjalan pada ruang user. Contoh sistem operasi yang menggunakan metode ini adalah TRU64 UNIX, MacOSX dan QNX
Keuntungan dari kernel ini adalah kemudahan dalam memperluas sistem operasi, mudah untuk diubah ke bentuk arsitektur baru, kode yang kecil dan lebih aman. Kelemahannya adalah kinerja akan berkurang selagi bertambahnya fungsi-fungsi yang digunakan.
Didalam perkembangan struktur dasar dari sistem operasi terbagi menjadi lima jenis, yaitu :
a. Sistem Monolitik
Sistem operasi sebagai kumpulan prosedur yang dapat dipanggil oleh prosedur lain jika diperlukan. Prosedur ini terdapat didalam kernel atau inti. Menggunakan konsep kernel loadable modules guna pengembangan, pengujian dan fleksibilitas sistem operasi. Contoh : Unix
b. Sistem Berlapis ( layers )
Sistem operasi yang dibentuk secara hierarki berdasar lapisan-lapisan, dimana lapisan bawah memberi layanan terhadap lapisan diatasnya.Contoh : THE
c. Sistem Mesin Maya
Sistem operasi yang melakukan simulasi mesin nyata yang memberikan fleksibilitas tinggi dan memungkinkan sistem operasi yang berbeda dapat dijalankan pada mesin komputer tersebut atau dapat juga disebut sebagai operating system emulator. Contoh Windows NT, Linux dengan DOSEMU. WINE agar aplikasi windows dapat dijalankan di sistem operasi Linux.
d. Sistem Client/Server
Sistem operasi yang dibagi fungsinya menjadi proses yang menyediakan layanan ( server ) dan proses yang memerlukan/ meminta layanan ( client ) didalam memproses data. Contoh : Windows 2000 Server, Linux.
e. Sistem Berorientasi Objek
Sistem operasi ini merealisasikan layanan sebagai kumpulan proses dan terstuktur serta memisahkan layanan yang disediakan dan implementasinya. Contoh : Amoeba, Eden, X-Kernel.
Perbandingan Linux terhadap sistem operasi lainnya
Linux disusun berdasarkan standard sistem operasi POSIX, yang sebenarnya diturunkan berdasarkan fungsi kerja UNIX. UNIX kompatibel dengan Linux pada level system call, ini berarti sebagian besar program yang ditulis untuk UNIX atau Linux dapat direkompilasi dan dijalankan pada sistem lain dengan perubahan yang minimal.
Secara umum dapat dikatakan Linux berjalan lebih cepat dibanding Unix lain pada hardware yang sama. Dan lagi UNIX memiliki kelemahan, yaitu tidak bersifat free. MS-DOS memiliki kemiripan dengan Linux, yaitu file sistem yang bersifat hirarkis. Tetapi MS-DOS hanya dapat dijalankan pada prosesor x86, dan tidak mendukung multi-user dan multi-tasking, serta tak bersifat free. Juga MS-DOS tidak memiliki dukungan yang baik agar dapat berinteroperasi dengan sistem operasi lainnya, termasuk tidak tersedianya perangkat lunak network, program pengembang, dan program utilitas yang ada dalam Linux. Microsoft Windows menawarkan beberapa kemampuan grafis yang ada pada Linux termasuk kemampuan networking, tetapi tetap memiliki kekurangan yang telah ada pada MS-DOS.
Windows NT yang juga tersedia untuk Digital Alpha dan juga prosesor x86 juga memiliki beberapa kekurangan yang telah ada pada MS-DOS. Waktu untuk menemukan suatu bug dalam suatu sistem operasi ini tak sebanding dengan harga yang harus dibayar.
Sistem operasi Apple untuk Macintosh hanya dapat berjalan di sistem Mac. Juga memiliki kekurangan dari sisi ketersediaan perangkangkat bantu pengembang (development tool), dan juga kurang dapat secara mudah untuk berinteroperasi dengan sistem operasi lainnya. Apple juga telah memungkinkan Linux dapat dijalankan pada PowerMac.
ORGANISASI FILE
Sistem file pada Linux menyerupai pepohonan (tree), yaitu dimulai dari root, kemudian direktory dan sub direktory. Sistem file pada Linux diatur secara hierarkikal, yaitu dimulai dari root dengan symbol “/” seperti Gambar 3.1
Kita dapat menciptakan File dan Direktori mulai dari root ke bawah. Direktori adalah file khusus, yang berisi nama file dan INODE (Pointer yang menunjuk ke data / isi file tersebut). Secara logika, direktori dapat berisi File dan Direktori lagi (disebut juga Subdirektori).
2. DIREKTORI STANDAR
Setelah proses instalasi, Linux menciptakan system file yang baku, terdiri atas direktory sebagai berikut :
Direktori /etc
Berisi file yang berhubungan dengan administrasi system, maintanance script, konfigurasi, security dll. Hanya superuser yang boleh memodifikasi file yang berada di direktori ini. Subdirektori yang sering diakses pada direktori /etc antaran lain :
• Httpd, apache web server.
• Ppp, point to point protocol untuk koneksi ke internet.
• rc.d atau init.d , inisialisasi (startup) dan terminasi (shutdown) proses di Linux dengan konsep runlevel.
• cron.d rincian proses yang dieksekusi dengan menggunakan jadwal ( time dependent process)
• FILES, file security dan konfigurasi meliputi : passwd, hosts, shadow, ftpaccess, inetd.conf, lilo.conf, motd, printcap, profile, resolv.conf, sendmail.cf, syslog.conf, dhcp.conf, smb.conf, fstab.
Direktori /dev
Konsep Unix dan Linux adalah memperlakukan peralatan hardware sama seperti penanganan file. Setiap alat mempunyai nama file yang disimpan pada direktori /dev.
Direktori /proc
Direktori /proc adalah direktori yang dibuat diatas RAM (Random Access Memory) dengan system file yang diatur oleh kernel. /proc berisi nomor proses dari system dan nama driver yang aktif di system. Semua direktori berukuran 0 (kosong) kecuali file kcore dan self. Setiap nomor yang ada pada direktori tsb merepresentasikan PID (proses ID).
3. TIPE FILE
Pada Linux terdapat 6 buah tipe file yaitu :
• Ordinary file
• Direktori
• Block Device ( Peralatan I/O )
Merupakan representasi dari peralatan hardware yang menggunakan transmisi data per block (misalnya 1 KB block), seperti disk, floppy, tape.
• Character Device (Peralatan I/O)
Merupakan representasi dari peralatan hardware yang menggunakan transmisi data karakter per karakter, seperti terminal, modem, plotter dll.
• Named Pipe (FIFO)
File yang digunakan secara intern oleh system operasi untuk komunikasi antar proses.
• Link File
4. PROPERTI FILE
File mempunyai beberapa atribut, antara lain :
• Tipe file : menentukan tipe dari file, yaitu :
• Ijin akses : menentukan hak user terhadap file ini.
• Jumlah link : jumlah link untuk file ini.
• Pemilik (owner) : menentukan siapa pemilik file ini
• Group : menentukan grup yang memiliki file ini
• Jumlah karakter : menentukan ukuran file dalam byte
• Waktu Pembuatan : menentukan kapan file terakhir dimodifikasi
• Nama File : menentukan nama file yang dimaksud
Fortran
Fortran (atau FORTRAN) adalah sebuah bahasa pemrograman. Pertama kali dikembangkan pada tahun 1950 dan digunakan dalam bidang sains selama 50 tahun kemudian.
Pertama kali bernama FORTRAN yang merupakan singkatan dari Formula Translator/Translation, tetapi penggunaan huruf besar kemudian ditiadakan sejak versi Fortran 90.
Pertama kali dikembangkan merupakan bahasa pemrograman prosedural, akan tetapi versi-versi terbaru dari Fortran kemudian dikembangkan dengan memasukkan kemampuan object-oriented programming.
Pemrograman di Linux
Sebagian besar distribusi Linux mendukung banyak bahasa pemrograman. Koleksi peralatan untuk membangun aplikasi dan program-program sistem operasi yang umum terdapat di dalam GNU toolchain, yang terdiri atas GNU Compiler Collection (GCC) dan GNU build system.
GCC menyediakan kompilator untuk Ada, C, C++, Java, dan Fortran. Kernel Linux sendiri ditulis untuk dapat dikompilasi oleh GCC. Kompilator tak bebas (proprietary) untuk Linux antara lain adalah Intel C++ Compiler dan IBM XL C/C++ Compiler.
Kebanyakan distribusi juga memiliki dukungan untuk Perl, Ruby, Python dan bahasa pemrograman dinamis lainnya. Contoh bahasa pemrograman yang tidak umum tetapi tetap mendapat dukungan di Linux antara lain adalah C# dengan proyek Mono yang disponsori oleh Novell, dan Scheme.
Sejumlah Java Virtual Machine dan peralatan pengembang jalan di Linux termasuk Sun Microsystems JVM (HotSpot), dan J2SE RE IBM, serta proyek-proyek sumber terbuka lainnya seperti Kaffe. Dua kerangka kerja utama untuk pengembangan aplikasi grafis di Linux adalah GNOME dan KDE.
Proyek-proyek ini berbasiskan GTK+ dan Qt. Keduanya mendukung beragam bahasa pemrograman. Untuk Integrated development environment terdapat Anjuta, Code::Blocks, Eclipse, KDevelop, Lazarus, MonoDevelop, NetBeans, dan Omnis Studio, sedangkan penyunting teks yang telah lama tersedia adalah Vim dan Emacs.[23]
C#
C# (dibaca: C sharp) merupakan sebuah bahasa pemrograman yang berorientasi objek yang dikembangkan oleh Microsoft sebagai bagian dari inisiatif kerangka .NET Framework. Bahasa pemrograman ini dibuat berbasiskan bahasa C++ yang telah dipengaruhi oleh aspek-aspek ataupun fitur bahasa yang terdapat pada bahasa-bahasa pemrograman lainnya seperti Java, Delphi, Visual Basic, dan lain-lain) dengan beberapa penyederhanaan. Menurut standar ECMA-334 C# Language Specification, nama C# terdiri atas sebuah huruf Latin C (U+0043) yang diikuti oleh tanda pagar yang menandakan angka # (U+0023). Tanda pagar # yang digunakan memang bukan tanda kres dalam seni musik (U+266F), dan tanda pagar # (U+0023) tersebut digunakan karena karakter kres dalam seni musik tidak terdapat di dalam keyboard standar.
google.com
Secara teknis dan singkat dapat dikatakan, Linux adalah suatu sistem operasi yang bersifat multi user dan multitasking, yang dapat berjalan di berbagai platform, termasuk prosesor INTEL 386 dan yang lebih tinggi. Sistem operasi ini mengimplementasikan standard POSIX. Linux dapat berinteroperasi secara baik dengan sistem operasi yang lain, termasuk Apple, Microsoft dan Novell.
Nama Linux sendiri diturunkan dari pencipta awalnya, LINUS TORVALDS, yang sebetulnya mengacu pada kernel dari suatu sistem operasi, suatu penamaan yang biasa digunakan untuk mengacu ke pada suatu kumpulan lengkap software, yang bersama-sama dengan kernel menyusun suatu sistem operasi yang lengkap.
Perbedaan mendasar Linux
Satu hal yang membedakan Linux terhadap sistem operasi lainnya adalah, harga. Linux ini GRATIS. Berarti dapat diperbanyak, dan didistribusikan kembali tanpa harus membayar fee atau royalti kepada seseorang. Tetapi banyak isue lainya dengan bersifat free, selain dari pertimbangan harga. Source code Linux tersedia bagi setiap orang. Perkembangan Linux menunjukkan pentingnya perananan kebebasan ini. Hal ini telah menghasilkan suatu tingkat keterlibatan yang menakjugkan dari ribuan atau bahkan ratusan ribu orang di seluruh dunia.
Kebebasan ini telah memungkinkan para vendor perangkat keras membuat driver untuk divais tertentu tanpa harus mendapatkan lisensi source code yang mahal, atau menandatangani non descructive agreement. Dan itu juga telah menyediakan kemungkinan bagi mahasiswa ilmu komputer di seluruh dunia untuk melihat ke dalam suatu sistem operasi yang nyata dan berkualitas komersial.
Karena Linux itu tersedia secara bebas di Internet, berbagai vendor telah membuat suatu paket distribusi, yang dapat dianggap sebagai berbagai versi kemasan Linux. paket ini termasuk lingkungan Linux lengkap, perangkat lunak untuk instalasi, dan mungkin termasuk perangkat lunak khusus, dan dukungan khusus.
STRUKTUR SISTEM OPERASI
Pendekatan yang umum suatu sistem yang besar dan kompleks adalah dengan memecah tugas-tugas (task) ke bentuk komponen-komponen kecil dibandingkan dalam bentuk sistem tunggal (monolithic). Komponen-komponen tersebut akan akan di bahas pada bagian berikut ini.
Struktur Sederhana
Banyak sistem operasi komersial yang tidak terstruktur dengan baik. Kemudian sistem operasi dimulai dari yang terkecil, sederhana dan terbatas lalu berkembang dengan ruang lingkup originalnya. Contoh dari sistem operasi ini adalah MS-DOS dan UNIX. MS-DOS merupakan sistem operasi yang menyediakan fungsional dalam ruang yang sedikit sehingga tidak dibagi menjadi beberapa modul,
Sedangkan UNIX menggunakan struktur monolitik dimana prosedur dapat saling dipanggil ole prosedur lain di sistem bila diperlukan dan kernel berisi semua layanan yang disediakan system operasi untuk pengguna [Bambang2002]. Inisialisasi-nya terbatas pada fungsional perangkat keras yang terbagi menjadi dua bagian yaitu kernel dan sistem program. Kernel terbagi menjadi serangkaian interface dan device driver dan menyediakan sistem file, penjadwalan CPU, manajemen memori, dan fungsi-fungsi sistem operasi lainnya melalui system calls.
Microkernels
Metode struktur ini adalah menghilangkan komponen-komponen yang tidak diperlukan dari kernel dan mengimplementasikannya sebagai sistem dan program-program level user. Hal ini akan menghasilkan kernel yang kecil. Fungsi utama dari jenis ini adalah menyediakan fasilitas komunikasi antara program client dan bermacam pelayanan yang berjalan pada ruang user. Contoh sistem operasi yang menggunakan metode ini adalah TRU64 UNIX, MacOSX dan QNX
Keuntungan dari kernel ini adalah kemudahan dalam memperluas sistem operasi, mudah untuk diubah ke bentuk arsitektur baru, kode yang kecil dan lebih aman. Kelemahannya adalah kinerja akan berkurang selagi bertambahnya fungsi-fungsi yang digunakan.
Didalam perkembangan struktur dasar dari sistem operasi terbagi menjadi lima jenis, yaitu :
a. Sistem Monolitik
Sistem operasi sebagai kumpulan prosedur yang dapat dipanggil oleh prosedur lain jika diperlukan. Prosedur ini terdapat didalam kernel atau inti. Menggunakan konsep kernel loadable modules guna pengembangan, pengujian dan fleksibilitas sistem operasi. Contoh : Unix
b. Sistem Berlapis ( layers )
Sistem operasi yang dibentuk secara hierarki berdasar lapisan-lapisan, dimana lapisan bawah memberi layanan terhadap lapisan diatasnya.Contoh : THE
c. Sistem Mesin Maya
Sistem operasi yang melakukan simulasi mesin nyata yang memberikan fleksibilitas tinggi dan memungkinkan sistem operasi yang berbeda dapat dijalankan pada mesin komputer tersebut atau dapat juga disebut sebagai operating system emulator. Contoh Windows NT, Linux dengan DOSEMU. WINE agar aplikasi windows dapat dijalankan di sistem operasi Linux.
d. Sistem Client/Server
Sistem operasi yang dibagi fungsinya menjadi proses yang menyediakan layanan ( server ) dan proses yang memerlukan/ meminta layanan ( client ) didalam memproses data. Contoh : Windows 2000 Server, Linux.
e. Sistem Berorientasi Objek
Sistem operasi ini merealisasikan layanan sebagai kumpulan proses dan terstuktur serta memisahkan layanan yang disediakan dan implementasinya. Contoh : Amoeba, Eden, X-Kernel.
Perbandingan Linux terhadap sistem operasi lainnya
Linux disusun berdasarkan standard sistem operasi POSIX, yang sebenarnya diturunkan berdasarkan fungsi kerja UNIX. UNIX kompatibel dengan Linux pada level system call, ini berarti sebagian besar program yang ditulis untuk UNIX atau Linux dapat direkompilasi dan dijalankan pada sistem lain dengan perubahan yang minimal.
Secara umum dapat dikatakan Linux berjalan lebih cepat dibanding Unix lain pada hardware yang sama. Dan lagi UNIX memiliki kelemahan, yaitu tidak bersifat free. MS-DOS memiliki kemiripan dengan Linux, yaitu file sistem yang bersifat hirarkis. Tetapi MS-DOS hanya dapat dijalankan pada prosesor x86, dan tidak mendukung multi-user dan multi-tasking, serta tak bersifat free. Juga MS-DOS tidak memiliki dukungan yang baik agar dapat berinteroperasi dengan sistem operasi lainnya, termasuk tidak tersedianya perangkat lunak network, program pengembang, dan program utilitas yang ada dalam Linux. Microsoft Windows menawarkan beberapa kemampuan grafis yang ada pada Linux termasuk kemampuan networking, tetapi tetap memiliki kekurangan yang telah ada pada MS-DOS.
Windows NT yang juga tersedia untuk Digital Alpha dan juga prosesor x86 juga memiliki beberapa kekurangan yang telah ada pada MS-DOS. Waktu untuk menemukan suatu bug dalam suatu sistem operasi ini tak sebanding dengan harga yang harus dibayar.
Sistem operasi Apple untuk Macintosh hanya dapat berjalan di sistem Mac. Juga memiliki kekurangan dari sisi ketersediaan perangkangkat bantu pengembang (development tool), dan juga kurang dapat secara mudah untuk berinteroperasi dengan sistem operasi lainnya. Apple juga telah memungkinkan Linux dapat dijalankan pada PowerMac.
ORGANISASI FILE
Sistem file pada Linux menyerupai pepohonan (tree), yaitu dimulai dari root, kemudian direktory dan sub direktory. Sistem file pada Linux diatur secara hierarkikal, yaitu dimulai dari root dengan symbol “/” seperti Gambar 3.1
Kita dapat menciptakan File dan Direktori mulai dari root ke bawah. Direktori adalah file khusus, yang berisi nama file dan INODE (Pointer yang menunjuk ke data / isi file tersebut). Secara logika, direktori dapat berisi File dan Direktori lagi (disebut juga Subdirektori).
2. DIREKTORI STANDAR
Setelah proses instalasi, Linux menciptakan system file yang baku, terdiri atas direktory sebagai berikut :
Direktori /etc
Berisi file yang berhubungan dengan administrasi system, maintanance script, konfigurasi, security dll. Hanya superuser yang boleh memodifikasi file yang berada di direktori ini. Subdirektori yang sering diakses pada direktori /etc antaran lain :
• Httpd, apache web server.
• Ppp, point to point protocol untuk koneksi ke internet.
• rc.d atau init.d , inisialisasi (startup) dan terminasi (shutdown) proses di Linux dengan konsep runlevel.
• cron.d rincian proses yang dieksekusi dengan menggunakan jadwal ( time dependent process)
• FILES, file security dan konfigurasi meliputi : passwd, hosts, shadow, ftpaccess, inetd.conf, lilo.conf, motd, printcap, profile, resolv.conf, sendmail.cf, syslog.conf, dhcp.conf, smb.conf, fstab.
Direktori /dev
Konsep Unix dan Linux adalah memperlakukan peralatan hardware sama seperti penanganan file. Setiap alat mempunyai nama file yang disimpan pada direktori /dev.
Direktori /proc
Direktori /proc adalah direktori yang dibuat diatas RAM (Random Access Memory) dengan system file yang diatur oleh kernel. /proc berisi nomor proses dari system dan nama driver yang aktif di system. Semua direktori berukuran 0 (kosong) kecuali file kcore dan self. Setiap nomor yang ada pada direktori tsb merepresentasikan PID (proses ID).
3. TIPE FILE
Pada Linux terdapat 6 buah tipe file yaitu :
• Ordinary file
• Direktori
• Block Device ( Peralatan I/O )
Merupakan representasi dari peralatan hardware yang menggunakan transmisi data per block (misalnya 1 KB block), seperti disk, floppy, tape.
• Character Device (Peralatan I/O)
Merupakan representasi dari peralatan hardware yang menggunakan transmisi data karakter per karakter, seperti terminal, modem, plotter dll.
• Named Pipe (FIFO)
File yang digunakan secara intern oleh system operasi untuk komunikasi antar proses.
• Link File
4. PROPERTI FILE
File mempunyai beberapa atribut, antara lain :
• Tipe file : menentukan tipe dari file, yaitu :
• Ijin akses : menentukan hak user terhadap file ini.
• Jumlah link : jumlah link untuk file ini.
• Pemilik (owner) : menentukan siapa pemilik file ini
• Group : menentukan grup yang memiliki file ini
• Jumlah karakter : menentukan ukuran file dalam byte
• Waktu Pembuatan : menentukan kapan file terakhir dimodifikasi
• Nama File : menentukan nama file yang dimaksud
Fortran
Fortran (atau FORTRAN) adalah sebuah bahasa pemrograman. Pertama kali dikembangkan pada tahun 1950 dan digunakan dalam bidang sains selama 50 tahun kemudian.
Pertama kali bernama FORTRAN yang merupakan singkatan dari Formula Translator/Translation, tetapi penggunaan huruf besar kemudian ditiadakan sejak versi Fortran 90.
Pertama kali dikembangkan merupakan bahasa pemrograman prosedural, akan tetapi versi-versi terbaru dari Fortran kemudian dikembangkan dengan memasukkan kemampuan object-oriented programming.
Pemrograman di Linux
Sebagian besar distribusi Linux mendukung banyak bahasa pemrograman. Koleksi peralatan untuk membangun aplikasi dan program-program sistem operasi yang umum terdapat di dalam GNU toolchain, yang terdiri atas GNU Compiler Collection (GCC) dan GNU build system.
GCC menyediakan kompilator untuk Ada, C, C++, Java, dan Fortran. Kernel Linux sendiri ditulis untuk dapat dikompilasi oleh GCC. Kompilator tak bebas (proprietary) untuk Linux antara lain adalah Intel C++ Compiler dan IBM XL C/C++ Compiler.
Kebanyakan distribusi juga memiliki dukungan untuk Perl, Ruby, Python dan bahasa pemrograman dinamis lainnya. Contoh bahasa pemrograman yang tidak umum tetapi tetap mendapat dukungan di Linux antara lain adalah C# dengan proyek Mono yang disponsori oleh Novell, dan Scheme.
Sejumlah Java Virtual Machine dan peralatan pengembang jalan di Linux termasuk Sun Microsystems JVM (HotSpot), dan J2SE RE IBM, serta proyek-proyek sumber terbuka lainnya seperti Kaffe. Dua kerangka kerja utama untuk pengembangan aplikasi grafis di Linux adalah GNOME dan KDE.
Proyek-proyek ini berbasiskan GTK+ dan Qt. Keduanya mendukung beragam bahasa pemrograman. Untuk Integrated development environment terdapat Anjuta, Code::Blocks, Eclipse, KDevelop, Lazarus, MonoDevelop, NetBeans, dan Omnis Studio, sedangkan penyunting teks yang telah lama tersedia adalah Vim dan Emacs.[23]
C#
C# (dibaca: C sharp) merupakan sebuah bahasa pemrograman yang berorientasi objek yang dikembangkan oleh Microsoft sebagai bagian dari inisiatif kerangka .NET Framework. Bahasa pemrograman ini dibuat berbasiskan bahasa C++ yang telah dipengaruhi oleh aspek-aspek ataupun fitur bahasa yang terdapat pada bahasa-bahasa pemrograman lainnya seperti Java, Delphi, Visual Basic, dan lain-lain) dengan beberapa penyederhanaan. Menurut standar ECMA-334 C# Language Specification, nama C# terdiri atas sebuah huruf Latin C (U+0043) yang diikuti oleh tanda pagar yang menandakan angka # (U+0023). Tanda pagar # yang digunakan memang bukan tanda kres dalam seni musik (U+266F), dan tanda pagar # (U+0023) tersebut digunakan karena karakter kres dalam seni musik tidak terdapat di dalam keyboard standar.
google.com
Sosiologi Politik
Pengertian Sosiologi Politik
Terdapat beberapa definisi tentang sosiologi yang dikemukakan oleh berbagai tokoh sosiologi. Benang merahnya adalah bahwa sosiologi pada dasarnya memusatkan perhatiannya pada masyarakat dan individu, karena menurut sosiologi, masyarakat sebagai tempat interaksi tindakan-tindakan individu di mana tindakan tersebut dapat mempengaruhi masyarakat. Sosiologi juga memahami tentang lembaga sosial dan kelompok sosial yang merupakan bagian dari masyarakat sebagai unit analisis sosiologi. Selain itu sosiologi juga mempelajari tentang tatanan sosial serta perubahan sosial.
Politik berkaitan pelaksanaan kegiatan dan sistem politik untuk tercapainya tujuan bersama yang telah ditetapkan, dalam hal ini adanya penggunaan kekuasaan agar tujuan tersebut dapat terlaksana. Perlu untuk dipahami bahwa tujuan yang telah ditentukan tersebut merupakan tujuan publik dan bukannya tujuan individu.
Sedangkan sosiologi politik dasarnya berhubungan dengan penggunaan kekuasaan dan wewenang dalam pelaksanaan kegiatan sistem politik, yang banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial budaya.
Sumbangan Pemikiran Teori Klasik pada Sosiologi Politik
Dari beberapa tokoh teori klasik sosiologi ada beberapa tokoh yang dianggap banyak memberikan kontribusi dalam hal teori yang sampai sekarangpun masih digunakan sebagai dasar berpikir dalam menjelaskan sosiologi politik. Tokoh tersebut antara lain adalah Karl Marx, Max Weber dan Emile Durkheim. Ketiganya dapat dianggap sebagai tokoh yang utama dalam teori klasik.
Meskipun ketiganya tidak secara jelas menjelaskan tentang sosiologi politik tetapi teori-teori dan konsep-konsep mereka tersebut dapat memberikan suatu pemahaman yang mendalam tentang sosiologi politik dengan berdasarkan teori sosiologi klasik.
Persamaan ketiga tokoh tersebut dalam menjelaskan teorinya adalah:
1.
Memberikan analisis secara makro
2.
Penjelasan bersifat komparasi sejarah
3.
Mengemukakan adanya perubahan sosial
4.
Teorinya dapat diterapkan di semua tipe masyarakat
Setiap tokoh mempunyai pendekatan dan konsep yang berbeda dalam memberikan kontribusi dalam sosiologi politik. Marx dengan pendekatan materialisme historis dengan konsep tentang kelas, eksploitasi, alinasi, negara serta ideologi. Pendekatan Weber adalah analisis tipe ideal dan sosiologi intepretatif, dengan konsep rasionalisasi, otoritas, kelompok status serta partai politik. Sedangkan pendekatan Durkheim adalah fungsionalisme sosiologis melalui konsepnya solidaritas sosial, anomie dan kesadaran kolektif. Konsep kekerabatan, agama, ekonomi, stratifikasi dan sistem nilai dan kepercayaan bersama merupakan faktor-faktor sosial budaya yang banyak memberikan pengaruh pada pelaksanaan sistem politik, di mana masing-masing tokoh akan mengemukakan hipotesisnya dalam pelaksanaan kegiatan politik.
Faktor-faktor Berpengaruh Terhadap Sikap Perilaku Politik Individu
Keluarga
Dari urain di atas nampak bahwa peranan kehidupan keluarga dalam mendorong partisipasi politik seseorang cukup signifikan. Setidaknya dalam keluarga yang memiliki minat politik yang tinggi, cenderung homogen dalam pilihan politik, ditambah dengan tingkat kohesi keluarganya yang cukup tinggi, kecenderungan seorang anak untuk berpartisipasi dalam politik sebagaimana kehidupan politik keluargannya relatif tinggi.
Aspek-aspek kehidupan keluarga yang secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi partisipasi politik seorang anak, diantaranya karena:
1.
Tingkat daya tarik keluarga bagi seorang anak
2.
Tingkat kesamaan pilihan (preferensi) politik orang tua
3.
Tingkat keutuhan (cohesiveness) keluarga
4.
Tingkat minat orang tua terhadap politik
5.
Proses sosialisasi politik keluarga
Agama dan Ekonomi
Selain keluarga faktor yang mempengaruhi perilaku politik individu adalah agama yang dianutnya. Dalam kenyataan pendidikan anak dalam keluarga antara lain mengajarkan tentang otoritas, yaitu otoritas orang tua. Otoritas ini merupakan perpaduan antara otoritas politik dan agama. Sementara organisasi keagamaan di luar rumah pada kenyataannya juga mensosialisasikan ajaran yang mengandung pendidikan politik. Dengan demikian agama yang memuat nilai-nilai dan ajaran-ajaran juga dapat mendorong individu untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik.
Selain itu secara ekonomi melalui partisipasi dalam serikat-serikat pekerja juga dapat mendorong individu untuk ikut serta dalam kegiatan politik. Organisasi pekerja merupakan ajang kampanye dan mobilisasi massa untuk dapat ikut berpolitik.
Stratifikasi serta Sistem Nilai dan Kepercayaan
Perbedaan kelas sosial dalam suatu masyarakat akan berpengaruh pada perbedaan keyakinan dan pola perilaku individu di berbagai bidang kehidupan, termasuk kehidupan politik. Perbedaan kelas akan tercermin pada praktik sosialisasi, aktivitas budaya, dan pengalaman sosialnya. Tingkat partisipasi individu dalam voting dilukiskan dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, pendapatan, ras, jenis kelamin, umur, tempat tinggal, situasi, dan status individu tersebut.
Perilaku politik individu juga dipengaruhi oleh sistem nilai dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat dimana individu tersebut tinggal. Pada masyarakat Indonesia dijumpai sistem nilai dalam bermusyawarah. Sementara itu di Amerika Serikat sistem sekolah dianggap sebagai agen sosialisasi politik.
Pengertian Sosialisasi Politik
Terdapat berbagai macam definisi untuk mengartikan pengertian sosialisasi politik. Secara singkat dapat dikatakan bahwa sosialisasi politik adalah proses internalisasi nilai, pengenalan dan pemahaman, pemeliharaan dan penciptaan, serta proses eksternalisasi nilai-nilai dan pedoman politik dari individu/kelompok ke individu/kelompok yang lain. Sosialisasi politik ini dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung.
Agen-agen Sosialisasi Politik
Dalam suatu proses sosialisasi nilai dan perilaku politik diperlukan agen-agen sosialisasi yang merupakan pihak yang melakukan transfer nilai. Agen pertama adalah keluarga dimana individu menerima warisan nilai-nilai pada tahap awal dalam hidupnya. Sosialisasi ini dapat terjadi secara represi atau partisipatoris. Sekolah juga merupakan agen sosialisasi politik sebab sekolah menjalankan fungsi transformasi ilmu pengetahuan, nilai dan sikap yang di dalamnya juga termasuk ilmu, nilai, dan sikap politik. Sosialisasi politik juga dapat melalui teman sebaya (peer group) yang sifatnya informal. Agen sosialisasi terakhir adalah media, dimana berita yang dilihat atau dibaca setiap hari merupakan sosialisasi yang efektif.
Pengertian Partisipasi Politik
Bertitik tolak dari beberapa definisi di atas, maka partisipasi politik secara umum bisa dikatakan merupakan kegiatan seseorang atau sekelompok orang untuk ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik, dengan jalan memilih pemimpin negara dan secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kebijakannya.
Di sisi lain, partisipasi politik pun diarahkan untuk memperkuat sistem politik yang ada. Dalam tataran ini partisipasi politik dipandang sebagai bentuk legitimasi dari sistem politik yang bersangkutan. Atau dengan kata lain partisipasi politik menjadi salah satu indikator signifikan atas dukungan rakyat baik terhadap pemimpinnya, kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemimpinnya maupun bagi sistem politik yang diterapkannya.
Bentuk dan Model Partisipasi Politik
Partisipasi pada dasarnya merupakan kegiatan warga negara dalam rangka ikut serta menentukan berbagai macam kepentingan hidupnya dalam ruang lingkup dan konteks masyarakat atau negara itu sendiri. Karena itu partisipasi itu sendiri bisa beragam bentuk kegiatannya. Bagaimana pun, ekspresi orang dalam mengemukakan atau dalam merespon berbagai macam permasalahan dan kepentingan politiknya, satu sama lain akan berbeda-beda. Uraian di atas memperlihatkan bahwa partisipasi politik sebagai suatu bentuk kegiatan atau aktivitas dapat dilihat dari beberapa sisi. Ia bisa dilihat sebagai bentuk kegiatan yang secara sadar maupun tidak sadar atau dimobilisasi. Ia bisa dilakukan secara bersama-sama ataupun sendiri. Kemudian dapat pula dilakukan langsung ataupun tidak langsung, melembaga ataupun tidak melembaga sifatnya, dan seterusnya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya partisipasi politik seseorang adalah berdasarkan tinggi rendahnya dan kombinasi kedua faktor tersebut menghasilkan model partisipasi politik.
sumber : google.com
Terdapat beberapa definisi tentang sosiologi yang dikemukakan oleh berbagai tokoh sosiologi. Benang merahnya adalah bahwa sosiologi pada dasarnya memusatkan perhatiannya pada masyarakat dan individu, karena menurut sosiologi, masyarakat sebagai tempat interaksi tindakan-tindakan individu di mana tindakan tersebut dapat mempengaruhi masyarakat. Sosiologi juga memahami tentang lembaga sosial dan kelompok sosial yang merupakan bagian dari masyarakat sebagai unit analisis sosiologi. Selain itu sosiologi juga mempelajari tentang tatanan sosial serta perubahan sosial.
Politik berkaitan pelaksanaan kegiatan dan sistem politik untuk tercapainya tujuan bersama yang telah ditetapkan, dalam hal ini adanya penggunaan kekuasaan agar tujuan tersebut dapat terlaksana. Perlu untuk dipahami bahwa tujuan yang telah ditentukan tersebut merupakan tujuan publik dan bukannya tujuan individu.
Sedangkan sosiologi politik dasarnya berhubungan dengan penggunaan kekuasaan dan wewenang dalam pelaksanaan kegiatan sistem politik, yang banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial budaya.
Sumbangan Pemikiran Teori Klasik pada Sosiologi Politik
Dari beberapa tokoh teori klasik sosiologi ada beberapa tokoh yang dianggap banyak memberikan kontribusi dalam hal teori yang sampai sekarangpun masih digunakan sebagai dasar berpikir dalam menjelaskan sosiologi politik. Tokoh tersebut antara lain adalah Karl Marx, Max Weber dan Emile Durkheim. Ketiganya dapat dianggap sebagai tokoh yang utama dalam teori klasik.
Meskipun ketiganya tidak secara jelas menjelaskan tentang sosiologi politik tetapi teori-teori dan konsep-konsep mereka tersebut dapat memberikan suatu pemahaman yang mendalam tentang sosiologi politik dengan berdasarkan teori sosiologi klasik.
Persamaan ketiga tokoh tersebut dalam menjelaskan teorinya adalah:
1.
Memberikan analisis secara makro
2.
Penjelasan bersifat komparasi sejarah
3.
Mengemukakan adanya perubahan sosial
4.
Teorinya dapat diterapkan di semua tipe masyarakat
Setiap tokoh mempunyai pendekatan dan konsep yang berbeda dalam memberikan kontribusi dalam sosiologi politik. Marx dengan pendekatan materialisme historis dengan konsep tentang kelas, eksploitasi, alinasi, negara serta ideologi. Pendekatan Weber adalah analisis tipe ideal dan sosiologi intepretatif, dengan konsep rasionalisasi, otoritas, kelompok status serta partai politik. Sedangkan pendekatan Durkheim adalah fungsionalisme sosiologis melalui konsepnya solidaritas sosial, anomie dan kesadaran kolektif. Konsep kekerabatan, agama, ekonomi, stratifikasi dan sistem nilai dan kepercayaan bersama merupakan faktor-faktor sosial budaya yang banyak memberikan pengaruh pada pelaksanaan sistem politik, di mana masing-masing tokoh akan mengemukakan hipotesisnya dalam pelaksanaan kegiatan politik.
Faktor-faktor Berpengaruh Terhadap Sikap Perilaku Politik Individu
Keluarga
Dari urain di atas nampak bahwa peranan kehidupan keluarga dalam mendorong partisipasi politik seseorang cukup signifikan. Setidaknya dalam keluarga yang memiliki minat politik yang tinggi, cenderung homogen dalam pilihan politik, ditambah dengan tingkat kohesi keluarganya yang cukup tinggi, kecenderungan seorang anak untuk berpartisipasi dalam politik sebagaimana kehidupan politik keluargannya relatif tinggi.
Aspek-aspek kehidupan keluarga yang secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi partisipasi politik seorang anak, diantaranya karena:
1.
Tingkat daya tarik keluarga bagi seorang anak
2.
Tingkat kesamaan pilihan (preferensi) politik orang tua
3.
Tingkat keutuhan (cohesiveness) keluarga
4.
Tingkat minat orang tua terhadap politik
5.
Proses sosialisasi politik keluarga
Agama dan Ekonomi
Selain keluarga faktor yang mempengaruhi perilaku politik individu adalah agama yang dianutnya. Dalam kenyataan pendidikan anak dalam keluarga antara lain mengajarkan tentang otoritas, yaitu otoritas orang tua. Otoritas ini merupakan perpaduan antara otoritas politik dan agama. Sementara organisasi keagamaan di luar rumah pada kenyataannya juga mensosialisasikan ajaran yang mengandung pendidikan politik. Dengan demikian agama yang memuat nilai-nilai dan ajaran-ajaran juga dapat mendorong individu untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik.
Selain itu secara ekonomi melalui partisipasi dalam serikat-serikat pekerja juga dapat mendorong individu untuk ikut serta dalam kegiatan politik. Organisasi pekerja merupakan ajang kampanye dan mobilisasi massa untuk dapat ikut berpolitik.
Stratifikasi serta Sistem Nilai dan Kepercayaan
Perbedaan kelas sosial dalam suatu masyarakat akan berpengaruh pada perbedaan keyakinan dan pola perilaku individu di berbagai bidang kehidupan, termasuk kehidupan politik. Perbedaan kelas akan tercermin pada praktik sosialisasi, aktivitas budaya, dan pengalaman sosialnya. Tingkat partisipasi individu dalam voting dilukiskan dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, pendapatan, ras, jenis kelamin, umur, tempat tinggal, situasi, dan status individu tersebut.
Perilaku politik individu juga dipengaruhi oleh sistem nilai dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat dimana individu tersebut tinggal. Pada masyarakat Indonesia dijumpai sistem nilai dalam bermusyawarah. Sementara itu di Amerika Serikat sistem sekolah dianggap sebagai agen sosialisasi politik.
Pengertian Sosialisasi Politik
Terdapat berbagai macam definisi untuk mengartikan pengertian sosialisasi politik. Secara singkat dapat dikatakan bahwa sosialisasi politik adalah proses internalisasi nilai, pengenalan dan pemahaman, pemeliharaan dan penciptaan, serta proses eksternalisasi nilai-nilai dan pedoman politik dari individu/kelompok ke individu/kelompok yang lain. Sosialisasi politik ini dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung.
Agen-agen Sosialisasi Politik
Dalam suatu proses sosialisasi nilai dan perilaku politik diperlukan agen-agen sosialisasi yang merupakan pihak yang melakukan transfer nilai. Agen pertama adalah keluarga dimana individu menerima warisan nilai-nilai pada tahap awal dalam hidupnya. Sosialisasi ini dapat terjadi secara represi atau partisipatoris. Sekolah juga merupakan agen sosialisasi politik sebab sekolah menjalankan fungsi transformasi ilmu pengetahuan, nilai dan sikap yang di dalamnya juga termasuk ilmu, nilai, dan sikap politik. Sosialisasi politik juga dapat melalui teman sebaya (peer group) yang sifatnya informal. Agen sosialisasi terakhir adalah media, dimana berita yang dilihat atau dibaca setiap hari merupakan sosialisasi yang efektif.
Pengertian Partisipasi Politik
Bertitik tolak dari beberapa definisi di atas, maka partisipasi politik secara umum bisa dikatakan merupakan kegiatan seseorang atau sekelompok orang untuk ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik, dengan jalan memilih pemimpin negara dan secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kebijakannya.
Di sisi lain, partisipasi politik pun diarahkan untuk memperkuat sistem politik yang ada. Dalam tataran ini partisipasi politik dipandang sebagai bentuk legitimasi dari sistem politik yang bersangkutan. Atau dengan kata lain partisipasi politik menjadi salah satu indikator signifikan atas dukungan rakyat baik terhadap pemimpinnya, kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemimpinnya maupun bagi sistem politik yang diterapkannya.
Bentuk dan Model Partisipasi Politik
Partisipasi pada dasarnya merupakan kegiatan warga negara dalam rangka ikut serta menentukan berbagai macam kepentingan hidupnya dalam ruang lingkup dan konteks masyarakat atau negara itu sendiri. Karena itu partisipasi itu sendiri bisa beragam bentuk kegiatannya. Bagaimana pun, ekspresi orang dalam mengemukakan atau dalam merespon berbagai macam permasalahan dan kepentingan politiknya, satu sama lain akan berbeda-beda. Uraian di atas memperlihatkan bahwa partisipasi politik sebagai suatu bentuk kegiatan atau aktivitas dapat dilihat dari beberapa sisi. Ia bisa dilihat sebagai bentuk kegiatan yang secara sadar maupun tidak sadar atau dimobilisasi. Ia bisa dilakukan secara bersama-sama ataupun sendiri. Kemudian dapat pula dilakukan langsung ataupun tidak langsung, melembaga ataupun tidak melembaga sifatnya, dan seterusnya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya partisipasi politik seseorang adalah berdasarkan tinggi rendahnya dan kombinasi kedua faktor tersebut menghasilkan model partisipasi politik.
sumber : google.com
Langganan:
Postingan (Atom)