Kamis, 19 November 2009

Main Game Bisa Meredakan Stres


KOMPAS.com - Jangan keburu marah jika Anda mendapati suami atau rekan kerja Anda mencuri-curi waktu untuk bermain game di komputernya. Bagi sebagian orang, bermain game ternyata menjadi cara yang efektif untuk melepaskan stres. Penelitian baru memang menunjukkan bahwa beberapa game komputer membantu menyeimbangkan dua belahan otak, mengurangi stres, serta meningkatkan semangat.

Sebagai pengacara yang membuat rancangan undang-undang mengenai lingkungan, Cynthia Whitehead (59) banyak menggunakan belahan otak kirinya. Belahan otak kiri adalah yang bertanggung jawab untuk pemakaian bahasa dan analisa pada kebanyakan orang. Jadi ketika tingkat stresnya meningkat akibat tekanan pekerjaan, Cynthia beristirahat sejenak untuk memainkan game Bejeweled di komputernya.

"Saya merasa bisa mengikuti iramanya," katanya. "Pikiran bawah sadar saya mengambil alih, dan menyesuaikannya. Rasanya seperti melatih otot yang tidak cukup sering digunakan."

Irama yang dimaksudnya mungkin suatu persamaan aktivitas dalam dua belahan pada otaknya. Setiap sisi cenderung menjalankan fungsi yang berbeda, namun dalam kondisi yang paling fit, aktivitas kedua belahan otak tersebut saling bersinkronisasi untuk menyeimbangkan diri, demikian menurut Carmen Russoniello, PhD, profesor dalam studi rekreasi dan waktu luang di East Carolina University, Greenville, NC. Ia mengatakan, hasil riset menunjukkan bahwa suatu ketidakseimbangan dalam kekuatan aktivitas otak pada masing-masing belahan dapat menyebabkan depresi. Namun begitu kedua belahan otak tersebut tersinkronisasi, Anda akan merasa lebih enerjik.

Meredakan stres
Russoniello telah mengadakan penelitian selama enam bulan mengenai pengaruh memainkan game komputer sederhana. Studi, yang sebagian didanai oleh sebuah perusahaan game, ini menunjukkan bahwa bermain game bisa mengurangi stres, mengembalikan mood para pemainnya, dan menyeimbangkan aktivitas otak kiri dan otak kanan dalam lapisan otak luar bagian depan. Pada para peserta penelitian ia mendapati suatu peningkatan dalam aktivitas elektrik otak, sekaligus penurunan detak jantung.

Hal ini tentu kebalikan dari hal-hal yang kita dengar sebelumnya mengenai risiko bermain game komputer, dari kelelahan mata hingga kecanduan. Namun ada bukti-bukti yang berkembang bahwa jenis game yang tepat justru dapat menguntungkan pikiran maupun tubuh kita. Studi, yang membandingkan seorang penggila video game dengan orang yang tidak suka bermain game, menunjukkan bahwa pemain game memiliki visi yang lebih tajam dan kemampuan untuk mengubah tugas-tugas mental dengan lebih cepat.

Namun tidak semua game komputer mampu memperbaiki mood dan membantu Anda rileks. Game komputer yang ringan, yang mudah dipelajari dan tidak membutuhkan kemampuan khusus, dapat memberikan keseimbangan yang tepat dengan adanya pengulangan permainan dan reward yang disediakan, hanya dalam beberapa menit setelah bermain. "Game-game ini memikat Anda karena memang menyenangkan. Satu reward membantu mendorong Anda untuk menguasai permainan berikutnya," jelas Russoniello. Saat kita bermain, pernafasan kita menjadi lebih lambat dan tekanan darah kita bisa turun, sehingga mengurangi suhu tubuh utama dan membuat kita merasa mengantuk.

Bisa jadi, pengaruh inilah yang membuat Cynthia Whitehead senang bermain setelah pukul 22.00. Game membuatnya mampu menenangkan diri. "Jika saya terlalu keras bekerja melakukan hal-hal lain, Bejeweled akan menjadi penolongnya."

2 komentar:

  1. ... yups, emang benar sekali tuh.
    oke lam kenal aja yah !

    BalasHapus
  2. sip...
    bnar" dari kompas tuh..
    setuju saya..
    salam kenal y..

    mampir ya tempat saya
    bedahgame.blogspot.com

    BalasHapus